VIVA – Persija Jakarta diprediksi akan mengadopsi skema andalan Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia.
Dengan kedatangan 10 pemain baru, Macan Kemayoran memiliki komposisi skuad yang mendukung penerapan formasi 3-4-3, sistem yang konsisten digunakan Shin sejak Piala Asia 2024.
Jika melihat pola permainan yang diterapkan bersama Timnas Indonesia, Shin hampir selalu menggunakan tiga bek sejajar yang didukung dua wingback agresif. Saat menyerang, formasi berubah menjadi 3-2-5, sedangkan ketika bertahan akan bertransformasi menjadi 5-4-1 dengan kedua wingback turun membantu lini belakang.
- ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom
Skema tersebut cocok dengan materi pemain Persija saat ini. Di sektor pertahanan, trio Jordi Amat, Radovan Pankov, dan Rizky Ridho memiliki karakter yang saling melengkapi. Jordi berperan sebagai pengatur permainan dari belakang, Pankov menjadi bek tengah yang kuat dalam duel udara, sedangkan Ridho dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan membaca permainan.
Di posisi wingback, Persija memiliki dua pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik Shin Tae-yong, yakni Pratama Arhan di sisi kiri dan Kerim Memija di sisi kanan. Keduanya memiliki kemampuan membantu serangan sekaligus disiplin saat bertahan.
Lini tengah berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama Persija. Kwon Chang-hoon yang pernah bekerja sama dengan Shin Tae-yong di Timnas Korea Selatan diprediksi menjadi motor permainan bersama Stjepan Loncar. Sementara Kyohei Yoshino dan Rayhan Hannan bisa menjadi opsi rotasi di sektor tersebut.
Di lini depan, Persija memiliki kombinasi kecepatan dan ketajaman. Witan Sulaeman dan Victor Dethan berpotensi mengisi kedua sisi sayap untuk menopang Gustavo Almeida sebagai ujung tombak.
Dalam sistem Shin Tae-yong, dua winger memiliki tugas tidak hanya menyerang, tetapi juga turun membantu lini tengah saat kehilangan bola. Sementara striker menjadi pemain pertama yang melakukan tekanan kepada lawan, peran yang selama ini dijalankan Rafael Struick di Timnas Indonesia.





