Ponorogo: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, masih mengkaji kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah. Hal ini menyusul empat Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayah tersebut yang sama sekali tidak memperoleh peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan pemetaan terhadap berbagai faktor penyebab minimnya pendaftar di sejumlah sekolah tersebut sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.
"Harus kami kaji bersama. Yang terlihat sekarang, masyarakat lebih banyak memilih sekolah swasta karena dianggap memiliki program yang lebih menarik," kata Lisdyarita di Ponorogo, Kamis, 23 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Sekolah Negeri Sepi Peminat, DPR Desak Pemerintah Segera Evaluasi"Kami ingin sekolah negeri juga memiliki kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat," ujarnya.
Ilustrasi-Kondisi ruang Kelas I SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)
Lisdyarita juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah favorit. Pasalnya, seluruh sekolah memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan lulusan berkualitas apabila didukung oleh lingkungan belajar yang baik.
"Semua sekolah punya potensi. Jangan sampai siswa hanya menumpuk di sekolah tertentu," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mencatat ada empat SD negeri yang tidak memperoleh murid baru pada SPMB 2026/2027. Keempat sekolah tersebut yakni SDN Nailan, SDN Setono, SDN 3 Pomahan, dan SDN 4 Tempuran. Data ini menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menata pemerataan layanan pendidikan dasar di Kabupaten Ponorogo.




