Wina: Pemerintah Austria meresmikan kantor polisi baru di rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah bangunan tersebut menjadi lokasi ziarah bagi kelompok simpatisan Nazi, meski menuai kritik karena dianggap menghapus jejak sejarah.
Peresmian ditandai dengan dibukanya gedung yang telah direnovasi untuk umum. Polisi mulai menempati fasilitas tersebut, sementara pengunjung dan media diperbolehkan melihat sejumlah ruangan, termasuk sel tahanan dan ruang interogasi.
Stephan Mlczoch, Kepala Departemen Urusan Sejarah Kementerian Dalam Negeri Austria, mengatakan keputusan itu didasarkan pada rekomendasi para ahli dan ketentuan hukum Austria.
"Komisi dengan jelas menyatakan dalam laporannya bahwa merobohkan bangunan ini tidak akan menyelesaikan masalah karena lokasinya tetap akan menjadi tempat ziarah," ujarnya, dikutip dari media Viory, Jumat, 24 Juli 2026.
Mlczoch menambahkan bahwa undang-undang pengambilalihan bangunan tersebut melarang lokasi itu dijadikan tempat yang berkaitan dengan Adolf Hitler. Menurutnya, museum atau monumen peringatan justru akan mempertahankan hubungan langsung dengan tokoh tersebut.
Meski demikian, hasil jajak pendapat menunjukkan sebagian masyarakat lebih mendukung bangunan itu dirobohkan atau diubah menjadi museum. Sejumlah sejarawan lokal dan kelompok warga juga mengkritik kebijakan pemerintah dengan menyebutnya sebagai bentuk "penghapusan sejarah" karena keterkaitan rumah tersebut dengan Hitler dinilai tidak dapat dihilangkan.
Di sisi lain, sebagian warga menyambut baik pemanfaatan baru bangunan tersebut. Seorang warga bernama Binder mengatakan, "Sesuatu yang baru jelas lebih baik daripada jika bangunan ini dihancurkan. Setidaknya sekarang tempat ini kembali dimanfaatkan."
Warga lainnya, Alois Heugl, mengakui masih ada risiko lokasi tersebut menarik perhatian simpatisan Hitler, tetapi menilai perubahan fungsi menjadi kantor polisi merupakan solusi yang tepat. Pemerintah Austria sendiri mengambil alih properti itu pada 2017 setelah bertahun-tahun bersengketa secara hukum dengan pemilik sebelumnya.
(Keysa Qanita)




