REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepolisian akan memanggil kembali petugas satuan pengamanan (satpam) proyek MRT, pengemudi Toyota Alphard, serta pihak-pihak yang terlibat dalam mediasi cekcok di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Langkah itu dilakukan setelah muncul tekanan publik menyusul pengakuan satpam yang mengaku "dipaksa" meminta maaf hingga bersujud saat proses mediasi di pos polisi.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman suara yang diduga milik satpam beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, satpam mengaku justru disalahkan saat proses mediasi meski pengemudi Alphard jelas-jelas menerobos lampu merah di pelican crossing Jalan MH Thamrin.
Baca Juga
Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026
Nama Muncul Hampir 2.000 Kali di Arsip Epstein, Daniel Siad Ditemukan Tewas
AHY: Transformasi Transportasi Kunci Swasembada Energi dan Daya Saing Indonesia
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi seluruh pihak yang terlibat untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Selain satpam dan pengemudi Alphard, dua penumpang di dalam mobil serta petugas yang bertugas di Pospol Thamrin saat mediasi juga akan dimintai keterangan.
"Karena kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas atau kurang berkenan. Nah, ini kita mau klarifikasi, kita undang, seperti apa sih duduk perkaranya, persoalannya, dan pasti akan kita selesaikan sampai tuntas," kata Braiel, Kamis (23/7/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Braiel, peristiwa itu bermula ketika sebuah Toyota Alphard menerobos lampu merah di pelican crossing Jalan MH Thamrin pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Satpam yang hendak menyeberang kemudian memukul kaca mobil Alphard tersebut hingga memicu cekcok.
Kedua belah pihak selanjutnya meminta bantuan petugas Pospol Thamrin untuk dimediasi. Saat itu, kata Braiel, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Namun, setelah rekaman suara satpam beredar, muncul tudingan bahwa proses mediasi tidak berlangsung secara proporsional. Dalam rekaman itu, satpam mengaku diminta meminta maaf hingga bersujud setelah aparat kepolisian menyalahkannya karena memukul kaca mobil.
Satpam itu juga mengaku pengemudi Alphard sempat mengaku sebagai aparat dan mengancam akan melaporkannya ke tempat bekerja agar dipecat apabila persoalan tersebut diteruskan.