IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini, Analis Jagokan INKP, BSDE hingga ICBP

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi turun pada perdagangan Jumat (24/7). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hingga PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi turun dalam jangka pendek setelah mencapai target ideal subwave III di level 6.453 berdasarkan proyeksi Fibonacci.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks membentuk pola candlestick shooting star yang mengindikasikan peluang koreksi menuju area 6.147-6.220 sebelum kembali melanjutkan kenaikan pada gelombang berikutnya.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” tulis Ivan dalam risetnya dikutip Jumat (24/7).

Adapun level support IHSG berada di level 6.219, 6.146, 6.074 dan 5.971, sementara level resistance di level 6.545, 6.688 dan 6.835.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) dengan target harga ke Rp 8.350, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga ke Rp 2.290. 

Lalu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga ke Rp 1.420, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga ke level 1.580 serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target harga ke Rp 1.100.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai sentimen IHSG cenderung netral dengan bias negatif. Secara teknikal, indikator Stochastic menunjukkan sinyal pelemahan, sedangkan RSI telah memasuki area overbought atau jenuh beli. Di sisi lain, volume transaksi menguat.

Nafan juga menyoroti aksi jual investor asing (net sell) Rp 712,21 miliar yang menunjukkan pelaku pasar global masih menerapkan strategi risk-off terhadap aset Indonesia.

Menurut dia, tekanan utama masih berasal dari eksternal. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak Brent menembus US$ 100 per barel sehingga memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama (higher for longer).

Nafan ini merekomendasikan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Kasus Pengecer BBM di Lampung yang Ngaku Diperas Oknum Polisi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG: Mayoritas Kota Besar Alami Berawan dan Hujan Ringan
• 49 menit lalutvonenews.com
thumb
Pajak Ekonomi Digital Capai Rp54,71 Triliun hingga Akhir Juni 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengenal Teknologi RISE Milik Mitsubishi, Ini Cara Kerjanya Saat Terjadi Benturan
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Berujung Damai, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi Sekuriti Bundaran HI
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.