Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat, Kemensos Minta Sertifikasi Dipercepat

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Sosial (Kemensos)menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, terkait perubahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Pertimbangannya, lokasi awal yang diajukan memerlukan proses pematangan lahan berbiaya mahal. 

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan seluruh persyaratan administrasi, terutama sertifikasi lahan harus segera dilengkapi, sehingga proses survei lanjutan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera dilakukan.

BACA JUGA:Jelang MPLS, Kemensos Matangkan Kesiapan Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

“Kalau seluruh persyaratan sudah lengkap, segera disampaikan agar prosesnya bisa segera berjalan. Ini merupakan program prioritas Presiden, sehingga administrasinya harus dipercepat,” katanya.

Permintaan tersebut disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah Yasser Ramli, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paniai Sem Nawipa bersama Verifikator SIKS-NG Kabupaten Paniai Gerson Nawipa di Kantor Kementerian Sosial, Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menyampaikan bahwa lokasi pengganti yang diajukan berada di Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, dengan luas sekitar 8 hektare dalam satu hamparan kawasan.

BACA JUGA:Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemensos

Lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang saat ini sedang dalam proses sertifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia menjelaskan, lahan tersebut sebelumnya merupakan hasil tukar guling antara Pemerintah Desa Mahahe dan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Setelah melalui kesepakatan, perusahaan mengembalikan lahan kepada desa, yang kemudian menyerahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Perusahaan sudah mengembalikan lahan kepada desa dan desa telah menyerahkan kepada pemerintah daerah. Saat ini proses sertifikasi sedang berjalan di BPN dan kami berharap prosesnya dapat dipercepat,” terangnya.

BACA JUGA:Gandeng GoTo, Kemensos Akan Perkuat Teknologi Digitalisasi Bansos

Dokumen yang disampaikan pemerintah daerah menunjukkan lokasi tersebut memenuhi ketentuan minimal luas lahan pembangunan Sekolah Rakyat, yakni lebih dari lima hektare dalam satu kawasan.

Selain itu, lokasi juga telah didukung akses jalan, jaringan listrik, sumber air, dan dinilai layak untuk pembangunan sarana pendidikan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Tuduh Moonshot Tiru Model AI Anthropic, Ancam Kenakan Sanksi
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
PalmCo Godok Talenta Muda Lewat Next Gen Leaders Camp Demi Jawab Tantangan Sawit Global
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kaya Pengalaman dan Jam Terbang Tinggi, Eks Andalan Timnas Indonesia Zulkifli Syukur Dipercaya Jadi Asisten Pelatih Garudayaksa FC
• 11 jam lalubola.com
thumb
Pegawai Koperasi di Klaten Ditebas Pedang saat Tagih Utang ke Nasabah
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Petani, Buruh dan Pengusaha Rokok Kirim Pesan ke Prabowo, Ini Isinya
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.