JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah hanya berjalan seumur jagung.
Tak sampai seminggu sejak ia mendampingi pemeriksaan Febrie pada Jumat (17/7/2026) lalu, Hotman Paris memutuskan mengundurkan diri dari kuasa hukum Febrie pada Kamis (23/7/2026) kemarin.
Meski berumur singkat, pembelaan Hotman terhadap Febrie dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak sepi dari atensi publik.
Baca juga: Mundurnya Hotman Paris dari Pengacara Eks Jampidsus demi Kesehatan
Bawa-bawa PrabowoSelepas pemeriksaan Febrie pada Jumat pekan lalu, Hotman langsung disorot publik karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto saat ia menggelar konferensi pers.
Hotman mempertanyakan langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri yang memproses hukum Febrie tanpa berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Hei, kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?” kata Hotman dalam konferensi pers di Kejagung.
Hotman juga menyebut Febrie merupakan sosok yang menjadi kebanggaan Presiden karena dinilai berhasil mengembalikan aset negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Baca juga: Istana-DPR Kompak Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah
"Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden,” beber Hotman.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang meminta agar proses hukum terhadap Febrie tidak dikaitkan dengan Presiden.
"Ya, itu kan kita kembalikan ke proses hukum ya. Jangan dikait-kaitkan juga dengan Bapak Presiden. Sepenuhnya kita kembalikan ke mekanisme hukum yang berlaku," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Senin (20/7/2026).
Prasetyo juga menepis klaim Hotman yang menyebut pemeriksaan Febrie butuh izin presiden.
"Ya, saya rasa sih kembali kepada mekanismenya ya. Saya rasa enggak ada juga hanya pada saat masih proses pemeriksaan harus seizin Presiden itu," ujar dia.
Sindir wartawanDalam konferensi pers yang sama, Hotman juga melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.
Saat itu seorang wartawan menanyakan apakah Febrie merasa menjadi korban kriminalisasi.
Alih-alih menjawab substansi pertanyaan, Hotman justru melontarkan pertanyaan balik ke wartaran itu yang kemudian viral di media sosial.
Baca juga: Celoteh Hotman Paris ke Jurnalis Berujung Permintaan Maaf





