jpnn.com, TANGERANG - Perjalanan Tian Shi Hua Association (TSA) selama hampir dua dekade berbuah hadirnya rumah ibadah baru di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).
Organisasi sosial dan keagamaan itu menghadirkan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Golf Island.
BACA JUGA: Kak Rara CSR PIK2 Ajak Anak-Anak Teluknaga Belajar Bertani, Seru Sekali
Peresmian rumah ibadah bagi Buddhis itu digelar pada Minggu (19/7/2026).
Terlihat hadir pada peresmian cetiya kedua milik TSA itu, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriyadi, tokoh lintas agama, dan para pengurus Tian Shi Hua Association.
BACA JUGA: PIK2 Gelar Pelatihan Masak Mi Ayam lewat CSR, 8 Warga Kronjo Langsung Punya Gerobak Kuliner
Menteri Yusril dalam sambutannya menyebut kehadiran rumah ibadah memiliki arti penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Saya percaya setiap rumah ibadah yang dibangun dengan niat baik bukan hanya menghadirkan sebuah bangunan di tengah kita, tetapi juga menghadirkan harapan. Harapannya akan makin banyak orang menemukan kedamaian, memperkuat kebajikan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
BACA JUGA: Ke PIK & PIK2 Tak Harus Bawa Mobil Pribadi, Naik Transum Kian Banyak Opsi
Menurut Menteri Yusril, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.
“Indonesia kuat bukan karena memiliki keyakinan yang sama, melainkan karena mampu menghargai dan menghormati perbedaan sebagai dasar hidup bersama,” tuturnya.
Adapun Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menilai rumah ibadah bisa menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama.
“Rumah ibadah adalah tempat untuk bertukar pikiran, memancarkan ide-ide, menyampaikan doa, saling memberi nasihat, dan membuktikan adanya kekuatan cinta,” katanya.
Menurut Irene, sejak kecil dirinya telah mendapat penanaman nilai tersebut dari kedua orang tuanya.
“Papa dan Mama selalu mengajarkan kepada saya, jadilah orang yang berguna, jangan menjadi orang yang hanya mengejar kesuksesan karena uang dan kekayaan,” ujarnya.
Hadirnya Cetiya Tian Shi Hua menambah fasilitas keagamaan di PIK2, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi yang awalnya berangkat dari semangat filantropis itu hingga berkembang menjadi wadah pembinaan spiritual.
Pendiri Tian Shin Hua Association (TSA) Suhu Karmalie Abeng mengatakan organisasinya tidak langsung berdiri sebagai lembaga keagamaan.
Menurut dia, kegiatan TSA justru diawali dari pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar 18 tahun lalu.
“Awalnya kami hanya memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, yang seiring waktu berkembang menjadi pembinaan spiritual yang lebih terstruktur,” ujarnya
Suhu Karmalie menuturkan seiring berkembangnya organisasi, TSA lantas memiliki cetiya pertama di Kelapa Gading sebelum akhirnya membangun cetiya kedua di PIK 2.
“Semoga keberadaan Cetiya Tian Shi Hua di PIK2 ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya umat Buddha,” katanya.
Laman resmi Tian Shi Hua menjelaskan organisasi itu didirikan pada 2008 dengan nama Tian Shi Hua Philanthropist Social Club. Pendirinya adalah empat orang sahabat berbeda agama.
Pendirian TSA didasari semangat kebersamaan dalam membangun suatu wadah untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan tidak terbatas pada bantuan berupa materi maupun pendidikan spiritual, kesehatan, advis fengsui, kebudayaan, dan sosial.
Kini, kegiatan TSA juga menjangkau bidang pendidikan. (ikl/jpnn.com)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Golf Island PIK, Rumah Impian Berpemandangan Laut Jakarta
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian




