TABLOIDBINTANG.COM - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah anggapan bahwa kliennya sengaja menghentikan kewajiban menafkahi anak-anaknya sejak Januari 2026. Ia menegaskan persoalan tersebut berawal dari tidak adanya komunikasi dan pembahasan mengenai rincian biaya yang harus dibayarkan.
Minola menjelaskan, sesuai kesepakatan dalam Akta 39, pembayaran kebutuhan anak seharusnya diawali dengan penyampaian perincian biaya dan didiskusikan bersama. Namun, menurutnya, mekanisme tersebut tidak pernah dijalankan.
"Karena tidak pernah menagih, tidak pernah memberikan perincian dan tidak pernah ada diskusi, klien kami wajar kan kalau dia tidak mentransfer apa-apa karena dia tidak tahu mau transfernya berapa? Inilah yang dikatakan sudah tidak dinafkahi lagi," kata Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
Minola menambahkan, putusan perceraian tidak menetapkan nominal nafkah secara tetap setiap bulan. Karena itu, besaran biaya seharusnya dibicarakan terlebih dahulu antara kedua belah pihak.
Ia mengungkapkan, Ruben Onsu sempat memenuhi permintaan dengan membayar uang pokok sebesar Rp75 juta pada Desember 2025. Namun, pembayaran tersebut justru dinilai kurang oleh pihak Sarwendah tanpa disertai rincian kebutuhan yang jelas.
"Di mana-mana dalam putusan perceraian itu fix, Rp 20 juta kah sebulan, Rp 50 juta kah sebulan. Ini nggak diatur dengan fix, maka diatur disampaikan dan didiskusikan. Diskusinya nggak pernah ada. Kalau didiskusikan, Ruben bertanya itu untuk apa saja, apakah itu perlu? Yang ada marah," beber Minola Sebayang.
Menurut Minola, kliennya juga beberapa kali diminta membayar setengah dari total tagihan bulanan yang disebut untuk kebutuhan anak-anak. Namun, Ruben mengaku tidak pernah memperoleh akses untuk melihat rincian penggunaan dana tersebut.
Meski demikian, Minola menegaskan Ruben tetap memiliki komitmen untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai ayah selama penggunaan dana dapat dijelaskan secara terbuka.
"Ruben kan nggak pernah lihat tagihan yang sesungguhnya berapa, penggunaannya untuk apa, dia hanya ditagih ya. Ruben bayar, tapi kan dia tanya perinciannya apa yang Rp 50 (juta) itu untuk apa aja nih contohnya. Oh nggak mau kasih," ujar Minola Sebayang.
Di akhir keterangannya, Minola menilai tudingan bahwa Ruben tidak menafkahi anak-anak hanya berfokus pada kondisi beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan sebelum persoalan komunikasi terjadi pada 2026, Ruben disebut rutin memberikan dukungan finansial dalam jumlah besar kepada keluarganya.
"Beberapa bulan terakhir di tahun 2026 ini dibesar-besarkan, tapi dia lupa sebelum 2026, dari 2024 ke 2026 ada uang Rp 200 jutaan lebih kurang setiap bulan, kartu kredit juga ada, tapi ketika diminta perinciannya untuk apa saja tidak mau disampaikan itu nggak pernah dibicarakan," pungkasnya.




