Amar Bank Bidik Industri Film Sebagai Pintu Masuk Pembiayaan Ekonomi Kreatif

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mulai memperluas lini bisnis dengan membidik pembiayaan ke sektor ekonomi kreatif.  Langkah tersebut dimulai dengan pembiayaan di industri perfilman.

Senior Vice President MSME Amar Bank Josua Sloane mengatakan industri film nasional menunjukkan pertumbuhan sejak pandemi Covid-19 dan berpeluang akan terus berkembang ke depan. Karena itu, perseroan melihat sektor tersebut memiliki prospek jangka panjang sebagai pasar pembiayaan baru.

"Namun tidak menutup kemungkinan nantinya kami masuk ke lainnya (sektor ekonomi kreatif)," kata Josua dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (23/7).

Dengan nilai produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencapai Rp 1,757 triliun atau tumbuh 6,86% secara tahunan. Dari total nilai tersebut, sekitar 30% berasal dari industri film.

Meski potensinya besar, menurut Josua, akses pembiayaan perbankan untuk industri film masih terbatas. Hal itulah yang mendorong Amar Bank mengambil peluang untuk masuk ke segmen tersebut.

Namun, Josua mengaku perseroan belum menetapkan target penyaluran pembiayaan tahunan. Saat ini, fokus Amar Bank adalah membangun ekosistem pembiayaan agar pelaku industri film lebih mudah mengakses kredit perbankan.

"Kami sedang membangun sistem agar arus kas pelaku industri bisa diukur, agunannya dapat dinilai, dan profil debiturnya lebih mudah dianalisis. Itu yang sedang kami tata," ujar Josua.

Dia menjelaskan Amar Bank sebenarnya telah menyalurkan pembiayaan kepada industri perfilman sejak 2022 melalui segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembiayaan diberikan kepada individu yang bekerja di industri film maupun rumah produksi.

Skema pembiayaan yang digunakan meliputi purchase order financing (PO financing) dan accounts receivable financing atau pembiayaan piutang usaha. Nilai pembiayaan yang diberikan mencapai maksimal Rp 5 miliar. Pada skema ini Amar Bank dapat membiayai hingga 60% dari nilai kontrak.

Menurut Josua, pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi perseroan untuk memperluas pembiayaan ke industri film secara lebih terstruktur.

Selain menyediakan pembiayaan, Amar Bank juga telah menyiapkan platform edukasi bernama Amar Bank Business. Lewat platform tersebut, calon debitur akan memperoleh modul pembelajaran mengenai pengelolaan modal kerja, perencanaan kebutuhan pendanaan hingga pemahaman mengenai kelayakan kredit sebelum mengajukan pinjaman ke bank.

"Kita minta dia belajar cari di situ (Amar Bisnis), hitung (pembiayaan) sendiri," kata Josua.

Industri perfiliman hanya menjadi langkah awal Amar Bank masuk di sektor ekonomi kreatif. Dalam jangka panjang, Amar Bank berencana memperluas skema pembiayaan serupa ke berbagai subsektor lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aming Ungkap Pengalaman Pribadi Membantu Dalami Karakter di Film "Rumah Singgah"
• 36 menit lalupantau.com
thumb
Persik Sisakan 3 Ikon Lokal Kediri untuk Mengarungi BRI Super League 2026/2027
• 12 menit lalubola.com
thumb
Case Closed! Eksepsi Dokter Tifa Bikin Jokowi Aman dari Sidang Ijazah
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dasco Ungkap Rapat di DPR Bareng Sejumlah Menteri Sempurnakan Perpres Ojol
• 21 jam laludetik.com
thumb
Usai Mangkir karena Sakit, Hari Ini Febrie Adriansyah Dijadwalkan Hadapi Pemeriksaan Kejagung
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.