JAKARTA, KOMPAS.TV - Pandangan bahwa harga emas selalu naik masih banyak ditemui pada generasi yang lebih tua. Di tengah penurunan harga emas batangan, psikolog konsumen Irfan Agia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjelaskan besarnya penurunan harga kepada orang tua, tetapi juga mengembalikan pembicaraan pada tujuan awal kepemilikan emas.
Menurut Irfan, orang tua umumnya memandang emas sebagai tabungan yang nilainya terus meningkat sehingga lebih sulit menerima fluktuasi harga dalam jangka pendek.
"Orang yang lebih senior biasanya melihat emas sebagai bentuk tabungan absolut, yang nilainya itu selalu naik. Jadi sulit bagi mereka untuk mencerna konsep fluktuasi karena ada harga pasar jangka pendek," kata Irfan dalam program Kompas Bisnis.
Harga emas Antam pada Jumat (24/7/2026) turun Rp35.000 menjadi Rp2.605.000 per gram dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.640.000 per gram. Sementara itu, harga buyback turun Rp50.000 menjadi Rp2.345.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 24 Juli: Turun di Rp2.605.000, Buyback Anjlok Rp50.000
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan saat menanggapi pertanyaan seorang penelepon asal Yogyakarta yang mengaku dititipi emas oleh orang tuanya untuk pelunasan biaya haji.
Menurut penelepon itu, emas dibeli ketika harganya mendekati Rp3 juta per gram. Dengan harga buyback yang kini berada di kisaran Rp2,3 juta per gram, ia mengaku bingung menjelaskan penurunan nilai emas tersebut kepada orang tuanya.
Irfan menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan turunnya harga emas, tetapi juga menyangkut beban moral karena emas merupakan titipan orang tua dan akan digunakan untuk pelunasan biaya haji.
"Ini situasi yang cukup tricky. Karena melibatkan beban moral, dana spiritual untuk haji, dan juga perbedaan generasi," ujarnya.
Menurut Irfan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melihat kembali tujuan awal kepemilikan emas.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- harga emas
- emas Antam
- investasi emas
- psikologi investasi
- biaya haji
- haji





