Dari Berburu Babi & Rusa, Kini Ikut MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Berburu hewan seperti babi, rusa, atau kuskus telah jadi rutinitas harian Jekius Iba, atlet panahan yang berasal dari Kampung Iba, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat. Lalu, ia tekun olahraga panahan sejak usia 10 tahun.

Sederet prestasi panahan pernah diraih atlet 17 tahun ini. Sekarang, Jekius Iba bersama rekan-rekannya berlaga di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Jeki-sapaan akrabnya tampil di divisi compound U-18. Selama mempersiapkan diri untuk Kejurnas Junior ini, Jeki (sapaan akrabnya) berada di mess bersama rekan-rekannya di Manokwari.

Lahir di tanah Papua membuatnya akrab dengan aktivitas berburu babi. Ia sering berburu babi bersama rekan-rekannya. Biasanya ia berburu saat malam tiba dan ulang saat fajar menyingsing.

"Seringnya berburu babi di kampung. Kadang juga berburu kuskus dan rusa bersama teman-teman," katanya kepada kumparan, Kamis (23/7).

"Bisa berburu karena sudah turun temurun dari keluarga," sambungnya.

Hasil buruan seperti babi biasanya ia bagi bersama teman-temannya. Ia juga kerap membawa pulang babi untuk dimakan bersama keluarganya.

"Kalau dapat rusa, dagingnya bisa kami jual. Uangnya saya gunakan untuk beli seragam sekolah. Sisanya kasih ke orang tua untuk ditabung," ucapnya.

Kebiasaan berburu itu membuatnya terbiasa untuk menarik busur panah. Kini, ia bergabung bersama kontingen Papua Barat.

"Lebih susah berburu karena hewannya bergerak. Kalau panahan targetnya tidak bergerak," jelasnya.

Olahraga panahan ditekuni Jeki sejak usia 10 tahun. Kini usianya menginjak 17 tahun. Sederet prestasi panahan pernah diraihnya, seperti Juara 2 Eliminasi Compound U18 WSS 2026 di Yogyakarta, Juara 3 Kualifikasi Compound U18 WSS 2026 di Yogyakarta, dan Juara 3 Compound U18 Mix Team WSS 2026 di Yogyakarta.

"Harapan saya bisa jadi juara di ajang internasional," imbuhnya.

Manajer Tim Papua Barat, Arya Kurniatmaja, mengatakan Jeki merupakan sosok disiplin. Selain itu juga rendah hati dan pribadi yang introvert. Ia menemukan Jeki lewat program Kegiatan pembinaan Sentra Pemusatan Olahraga Pelajar Nasional (SPOBNAS) pada 2025.

"Dia baru kenal panahan modern sekitar lima bulan. Terbilang singkat namun dia mau belajar dan menguasai teknik panahan dengan cepat," ujarnya.

Latar belakang Jeki yang kerap berburu babi secara tidak langsung mengasah intuisinya bertanding di panahan. Ia percaya Jeki dapat terus berkembang.

"Secara intuisi dia sudah dapat. Dia juga cepat belajar," imbuhnya.

Senada dengan Arya, Pelatih Kepala Kontingen Papua Barat, Unggul Broto Warastro, juga menyebut Jeki unik. Ia melihat bakat terpendam dari Jeki.

"Saat bertanding kemarin sempat ada trouble di alat. Tetapi dia masih bisa tenang. Kebiasaan berburu memang membentuk intuisinya untuk melepas busur panah," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru Kejagung, Ini Profilnya
• 25 detik lalumetrotvnews.com
thumb
PKB di Usia Ke-28: Saatnya Naik Kelas dari Mesin Elektoral
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Sekolah Berasrama untuk Putus Kemiskinan Ekstrem Hadir di Gowa, Awali Penerimaan 80 Siswa
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kuliah Gratis Lulus Jadi CPNS! Ini Syarat dan Cara Daftar Politeknik Statistika STIS
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Menko Polkam Tegaskan Wacana Larangan Vape Hanya Untuk yang Mengandung Narkoba
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.