Bali, VIVA – Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, didampingi Ketua DPW BM PAN Bali, Unggi Tunggur Suryawan, menyapa sekaligus berdialog dengan masyarakat nelayan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Ia mengungkapkan bahwa bencana abrasi telah mengakibatkan sekitar 12 kepala keluarga atau 10 rumah hancur diterjang ombak.
Hingga kini, para korban masih mengungsi karena kehilangan tempat tinggal dan sangat membutuhkan perhatian serta bantuan dari pemerintah.
Selain penanganan korban abrasi, Pemerintah Desa Kusamba juga berharap adanya bantuan pembangunan penahan abrasi untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, bantuan rumpon bagi nelayan, serta bantuan sosial dari pemerintah pusat berupa jaring dan sarana penunjang perikanan lainnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Nelayan Kusamba, Wayan Suhardika, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat nelayan dan petani garam.
Ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengadaan armada perikanan, pengembangan sektor penggaraman, perbaikan akses jalan, serta program pemberdayaan ekonomi sebagai alternatif mata pencaharian saat musim paceklik, ketika nelayan tidak dapat melaut.
Menurutnya, para petani garam juga mengalami kesulitan saat musim hujan karena tidak dapat berproduksi.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum menerima bantuan sosial. Warga juga berharap adanya pembangunan saluran irigasi menuju areal persawahan guna mendukung produktivitas pertanian.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Umum BM PAN Slamet Ariyadi menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat Desa Kusamba agar menjadi perhatian pemerintah.
“BM PAN hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini, mulai dari penanganan abrasi, bantuan bagi nelayan dan petani garam, hingga pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, akan kami perjuangkan kepada pemerintah agar mendapat solusi yang nyata. Kami ingin masyarakat nelayan semakin sejahtera dan mendapatkan perhatian yang layak dari negara,” tegas Slamet Ariyadi, Jumat, 24 Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, BM PAN menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai jembatan penyampaian aspirasi serta mengawal berbagai kebutuhan masyarakat pesisir demi terwujudnya kesejahteraan nelayan, petani garam, dan seluruh warga Desa Kusamba.





