Malang: Ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seiring terus menurunnya debit air sejak pertengahan Juli 2026. BPBD Kabupaten Malang mencatat penurunan debit air mulai terjadi di beberapa desa, terutama di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang menjadi salah satu kawasan rawan kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Malang kini mengintensifkan pemantauan di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kondisi yang memburuk selama musim kemarau. Penurunan debit air tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
"Untuk saat ini baru ada laporan penurunan debit air dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Kami terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jumat, 24 Juli 2026.
Hasil monitoring BPBD juga menunjukkan penurunan debit air terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir dan mulai memengaruhi aktivitas warga.
"Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Desa Sumberagung, mulai dua minggu lalu debit air dari belik dan sumur milik warga sudah menurun dan saat ini tinggal kurang lebih 30 persen dari kondisi normal," jelas Sadono.
Baca Juga :
BMKG: Hari Tanpa Hujan di Aceh Diprakirakan hingga Akhir Juli 2026
Penurunan debit air paling dirasakan warga RT 13 dan RT 14 RW 2 Dusun Krajan, Desa Sumberagung. Sedikitnya 30 kepala keluarga terdampak karena sumber air yang biasa dimanfaatkan semakin berkurang.
Ketersediaan air yang tersisa masih dapat digunakan untuk kebutuhan pokok seperti minum dan memasak. Namun, warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di luar kebutuhan dasar.
"Namun untuk aktivitas lain seperti mencuci pakaian, saat ini warga harus ke Sungai Mbambang yang berjarak 1,5 km dari wilayah RW 2," tutur Sadono.
Ilustrasi Medcom.id
Selain Desa Sumberagung, BPBD juga terus memantau kondisi di Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Meski debit air di kedua desa tersebut ikut menurun, pasokan air bersih masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
BPBD Kabupaten Malang sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 13 desa di enam kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan terdampak kekeringan, yakni Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo.
Dari jumlah tersebut, delapan desa masuk kategori kerawanan tinggi sehingga menjadi prioritas pemantauan BPBD. Meski demikian, distribusi bantuan air bersih belum dilakukan karena kondisi di Desa Sumberagung belum masuk kategori kekeringan krisis.
"Belum kekeringan krisis, sehingga kami belum melakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut," jelas Sadono.




