HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting Bawakaraeng masa bakti 2026-2029 resmi dikukuhkan. Kepengurusan baru yang dipimpin Ali Arjun Silka, S.Pd., M.Pd., itu diharapkan mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah perjuangan guru sekaligus mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam kepemimpinannya selama tiga tahun ke depan, Ali Arjun menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih solid, profesional, dan adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan.
Menurutnya, pengukuhan pengurus bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian kepengurusan, tetapi menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan para guru.
“Ini adalah amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Pengukuhan ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pengurus untuk menghadirkan organisasi yang semakin solid dan mampu memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peningkatan mutu pendidikan,” ujar Ali Arjun.
Ia menjelaskan, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan hingga 2029. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, seminar, lokakarya, serta pembentukan komunitas belajar yang berkelanjutan.
Selain itu, PGRI Ranting Bawakaraeng juga akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru tingkat ranting sebagai wadah mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota.
Tidak hanya itu, organisasi juga akan memberikan pendampingan kepada guru dalam menghadapi implementasi berbagai kebijakan pendidikan serta memperkuat fungsi advokasi terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kami ingin program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan anggota. Peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan penguatan organisasi, kebersamaan, dan perlindungan terhadap profesi guru,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, pihaknya akan mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, memperluas budaya berbagi praktik baik antarguru, serta membangun kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, dan berbagai mitra lainnya.
Menurut Ali Arjun, tantangan yang dihadapi guru saat ini semakin kompleks. Selain harus menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan pendidikan yang berlangsung cepat, guru juga dituntut mampu menguasai perkembangan teknologi dan metode pembelajaran yang terus berkembang.
Di sisi lain, persoalan pemerataan akses terhadap pelatihan dan kesejahteraan, khususnya bagi guru non-ASN, masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.
“Tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan organisasi profesi agar guru dapat terus berkembang sekaligus memperoleh perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya.
Sebagai organisasi profesi, lanjut Ali Arjun, PGRI akan terus menjalankan fungsi advokasi dengan menyampaikan berbagai aspirasi guru kepada pemerintah serta mengawal lahirnya kebijakan yang berpihak kepada tenaga pendidik.
Ia memastikan seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, harus memperoleh kesempatan yang sama dalam pengembangan karier, peningkatan kompetensi, dan perlindungan profesi.
Dalam kepengurusan periode ini, PGRI Ranting Bawakaraeng juga akan menghadirkan sejumlah inovasi organisasi. Di antaranya digitalisasi administrasi dan komunikasi, penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan anggota, pembentukan komunitas belajar guru, serta layanan konsultasi dan advokasi yang lebih cepat dan mudah diakses.
“Kami ingin PGRI Ranting Bawakaraeng menjadi organisasi yang lebih terbuka, aktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Harapan kami, organisasi ini benar-benar hadir sebagai rumah bagi seluruh guru, tempat mereka bertumbuh, berkolaborasi, dan memperoleh pendampingan dalam menjalankan profesinya,” tutup Ali Arjun.





