Bangkalan, tvOnenews.com - Kekeringan yang melanda 27 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Bangkalan, memaksa sebagian warga membeli air bersih hingga Rp 250.000 per tangki. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 15.789 keluarga terdampak krisis air bersih.
Salah seorang warga Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, Syamsiah, mengatakan sudah satu bulan lebih telah kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan sumber mata air di desanya mulai mengering seiring musim kemarau panjang kali ini.
"Sudah surut semua. Kalau untuk konsumsi, kita cari sampai ke luar desa. Karena di desa lain ada sumur yang masih ada airnya, tapi kalau kemarau begini ya antre sama warga lain juga," kata Syamsiah.
Menurutnya, warga juga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Namun, distribusi bantuan tidak dapat memenuhi kebutuhan setiap hari.
"Kalau bantuan kadang harus nunggu sebulan. Tapi ya tetap kita tunggu karena butuh. Jadi sambil menunggu itu ya kita cari air di sekitar. Kalau yang mampu ya beli," ujarnya.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan mengirimkan bantuan air bersih di Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan sebanyak 10 ribu liter. Dalam satu hari PMI Bangkalan mengirimlan 10 ribu liter per hari.
"Kami setiap hari mengirim dua tangki ke wilayah Tanah Merah karena disitu permintaan lebih meningkat setiap hari. Tidak hanya memberikan bantuan air bersih saja, PMI Bangkalan juga memberikan sosialisasi mengenai hemat menggunakan air di saat kemarau panjang,” ungkap Muhammad Al Fayid, staff bidang penanggulangan bencana PMI Bangkalan
Diharapkan dengan sosialisasi tersebut warga bisa menggunakan air bersih secara hemat dan menggunakannya dengan keperluan yang sesuai kebutuhan. Warga berharap agar pemerintah memberikan bantuan air bersih secara rutin, karena saat ini warga sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih. (arm/hen)




