Deplu AS Berjanji Melindungi Praktisi Falun Gong, Anggota Kongres dari Dua Partai Berupaya Menghentikan Represi Lintas Negara oleh PKT

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Selasa (21 Juli) menyatakan kepada The Epoch Times bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk memerangi tindakan represi lintas negara yang dilakukan rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) di wilayah Amerika Serikat, serta melindungi kelompok-kelompok rentan, termasuk para praktisi Falun Gong. Anggota Kongres dari Partai Republik maupun Partai Demokrat juga mengecam dugaan pengambilan organ secara paksa yang dilakukan PKT.

EtIndonesia.com  Partai Komunis Tiongkok (PKT)  telah menganiaya Falun Gong secara keras selama 27 tahun. Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada The Epoch Times pada 21 Juli, Departemen Luar Negeri AS menyatakan : “Kami berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatan negara, menjaga keamanan masyarakat, dan melindungi individu dari campur tangan berlebihan oleh pemerintah atau rezim asing yang berupaya membungkam, mengintimidasi, melecehkan, menyakiti, atau memaksa individu di wilayah kami.”

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa: “Karena alasan politik, PKT telah melancarkan kampanye yang bertujuan memberantas praktik spiritual ini, dengan menargetkan para praktisi Falun Gong beserta keluarga mereka, baik di Tiongkok maupun di seluruh dunia.”

Departemen Luar Negeri AS menambahkan:”Tindakan represif PKT telah jauh melampaui batas wilayah Tiongkok. Pejabat Tiongkok (PKT) atau agen-agennya terus mengancam, melecehkan, dan mengintimidasi orang-orang yang mengkritik PKT di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.”

Falun Dafa atau Falun Gong adalah sebuah disiplin spiritual tradisional yang mencakup latihan meditasi dan ajaran moral yang berlandaskan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar (Truthfulness, Compassion, Forbearance).

Pada Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan kampanye penganiayaan secara nasional yang menargetkan praktisi Falun Gong.

Sejak saat itu, jutaan praktisi dilaporkan telah ditahan di penjara, kamp kerja paksa, dan berbagai fasilitas penahanan lainnya. Ratusan ribu orang dilaporkan mengalami penyiksaan, sementara ribuan lainnya telah terdokumentasi meninggal dunia, berdasarkan statistik yang dihimpun oleh Falun Dafa Information Center.

Praktisi Falun Gong berbaris dalam sebuah parade yang menyerukan diakhirinya 27 tahun penganiayaan yang terus berlangsung terhadap latihan spiritual tersebut oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), di Kota New York, pada 19 Juli 2026. (Larry Dye/The Epoch Times)

Senator AS dari Partai Republik Rick Scott mengatakan: “Partai Komunis Tiongkok adalah ancaman langsung terhadap cara hidup Amerika dan juga musuh bagi rakyatnya sendiri. Saat kita memperingati 27 tahun aksi damai Falun Gong, kita kembali diingatkan akan kebrutalan PKT, penggunaan pekerja anak, pengambilan organ secara paksa, serta pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung.”

Sejumlah anggota Kongres AS mengecam penganiayaan PKT terhadap Falun Gong. Mereka juga menyoroti upaya represi lintas negara yang dilakukan PKT melalui jalur diplomatik, hukum, dan berbagai bentuk campur tangan untuk menghambat pertunjukan Shen Yun Performing Arts di Amerika Serikat.

Anggota DPR AS dari Partai Republik Young Kim mengatakan: “Kontrol PKT tidak berhenti di dalam perbatasan Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan di Amerika Serikat, Beijing berusaha membungkam Shen Yun dan menargetkan praktisi Falun Gong yang tidak bersalah melalui pelecehan dan intimidasi.”

Pada Mei 2025, DPR AS meloloskan Falun Gong Protection Act, sebuah rancangan undang-undang yang didorong oleh anggota Kongres dari kedua partai. Senator Partai Republik Ted Cruz menyatakan akan terus mendorong agar RUU tersebut disahkan menjadi undang-undang.

“Rancangan undang-undang saya baru saja disetujui dengan suara bulat oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Saya akan terus memperjuangkannya hingga disahkan menjadi undang-undang dan ditandatangani oleh Presiden, karena kita harus menggunakan seluruh pengaruh dan kekuatan Amerika Serikat untuk menghentikan penganiayaan yang mengerikan dan pelanggaran hak asasi manusia yang memalukan ini,” katanya. 

Praktisi Falun Gong mengikuti aksi renungan dengan menyalakan lilin di Kota New York untuk memperingati 27 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), pada 20 Juli 2026. (Larry Dye/The Epoch Times)

Komisi Eksekutif Kongres Amerika Serikat untuk Urusan Tiongkok (CECC) juga menerbitkan pernyataan yang mengungkap berbagai dugaan pelanggaran PKT, mulai dari penyiksaan, pengambilan organ secara paksa, hingga represi lintas negara. CECC menyatakan bahwa masih terlalu banyak praktisi Falun Gong yang dipenjara, dan bahwa kebebasan serta keadilan bagi mereka harus menjadi prioritas Amerika Serikat dan semua negara yang menjunjung tinggi kebebasan.

Senator Partai Republik Todd Young mengatakan: “Saya percaya negara kita memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan hak asasi manusia, baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini mencakup menghadapi pelanggaran yang dilakukan PKT, mencegah terjadinya penganiayaan di masa depan, dan bekerja sama dengan para sekutu untuk memajukan kebebasan dan keadilan di seluruh dunia.”

Selain itu, sembilan anggota Kongres dari kedua partai juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan dukungan kepada Falun Gong, yaitu Chris Smith, French Hill, Sam Graves, Joe Wilson, Jack Bergman, Gus Bilirakis, Tom Tiffany, Emanuel Cleaver, dan Ryan Mackenzie. Mereka menyerukan agar Amerika Serikat menuntut PKT membebaskan seluruh praktisi Falun Gong yang ditahan secara tidak sah, serta menjatuhkan sanksi kepada para pejabat PKT yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Laporan gabungan Hu Zonghan dan Qiu Chunrong, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan 24 Jam Naik Bajaj Antar Andromeda dari Yogya Menuju Kampus Impian ITB
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Unusa Sebar 600 Lebih Mahasiswa untuk Bantu Pengembangan UMKM Digital di Surabaya
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jaksa Agung ke Jampidsus Baru: Kasus Febrie Adriansyah Tetap Ditangani Tim 9
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Gara-gara Bakar Sampah, Mobil dan Warung di Tangerang Hangus Terbakar
• 6 jam laludetik.com
thumb
Polisi California Mengungkap Dugaan Jaringan Penanaman Ganja Ilegal yang Disebut Terkait Kejahatan Terorganisir Tiongkok
• 5 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.