Beauties, pernah nggak tanpa sadar kamu mengucapkan kalimat, "Aku memang nggak cukup baik," atau merasa bersalah setiap kali ingin mengatakan "tidak" kepada orang lain?
Banyak orang mengira sifat seperti mudah minder, sulit percaya diri, atau selalu berusaha menyenangkan orang lain muncul begitu saja ketika dewasa. Padahal, menurut psikologi, cara kita memandang diri sendiri sering kali mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak, termasuk dari kata-kata yang berulang kali kita dengar di rumah.
Kalimat yang diucapkan orang tua atau orang dewasa terdekat memang tidak selalu dimaksudkan untuk menyakiti. Sebagian besar justru lahir dari rasa sayang atau cara mendidik yang dianggap biasa pada masanya. Namun, jika terus diulang, beberapa ucapan bisa menjadi keyakinan yang tersimpan di alam bawah sadar anak dan terbawa hingga dewasa.
Melansir dari American Psychological Association (APA), pengalaman masa kecil, termasuk interaksi verbal dengan orang tua atau pengasuh, berperan penting dalam membentuk perkembangan emosional, harga diri, dan kemampuan seseorang membangun hubungan dengan orang lain.
Sementara itu, psikolog perkembangan Carol Dweck menjelaskan bahwa cara orang dewasa memberikan komentar kepada anak dapat memengaruhi cara anak melihat kemampuan dirinya sendiri. Kata-kata yang terus diulang dapat berkembang menjadi pola pikir (mindset) yang memengaruhi perilaku hingga bertahun-tahun kemudian.
Tentu saja, mendengar salah satu kalimat di bawah ini bukan berarti seseorang pasti mengalami trauma atau akan memiliki kepribadian tertentu. Namun, jika ucapan tersebut sering diulang tanpa diimbangi dukungan emosional yang sehat, dampaknya bisa tetap terasa hingga dewasa.





