Iran Mengklaim Menghalangi Tiga Kapal Tanker Melintasi Selat Hormuz, Satu Di Antaranya Meledak dan Terbakar

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi di Yaman mengancam akan memblokade jalur pelayaran Arab Saudi dan mengaku telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Pada Kamis (23 Juli), Arab Saudi mengonfirmasi bahwa salah satu kapal tanker tersebut memang diserang di Laut Merah.

Pada saat yang sama, Iran mengklaim telah menghentikan tiga kapal tanker yang berusaha melintasi Selat Hormuz, dan menyatakan bahwa salah satu kapal tersebut meledak serta terbakar.

Sebelumnya, kelompok pemberontak Houthi mengaku telah menyerang dua kapal tanker Arab Saudi, yaitu Encelia dan Layla, di Laut Merah.

Kantor Berita Saudi (Saudi Press Agency/SPA) kemudian mengutip seorang pejabat pemerintah yang mengkonfirmasi bahwa kapal tanker Encelia, yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan Arab Saudi, diserang saat berlayar di Laut Merah. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan kondisi kapal tanker Layla.

Menurut pejabat tersebut, bagian haluan kapal Encelia terbakar, tetapi seluruh awak kapal berhasil selamat tanpa mengalami cedera.

Sementara itu, menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pada hari ini bahwa mereka telah menghentikan tiga kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, IRGC mengklaim bahwa ketiga kapal tanker tersebut berusaha melewati jalur pelayaran di bagian selatan Selat Hormuz yang dipenuhi ranjau laut. Salah satu kapal dilaporkan meledak dan terbakar, sedangkan dua kapal lainnya segera berbalik arah. Pernyataan itu tidak menjelaskan kapan insiden tersebut terjadi.

Belakangan ini, kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam akan memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran Arab Saudi, sehingga semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Laut Merah.

Selain itu, Houthi juga mengumumkan blokade terhadap Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis yang merupakan salah satu rute perdagangan global terpenting. Langkah tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu arus perdagangan internasional.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKB dorong pemerintah dan DPR RI revisi 108 UU demi kemandirian negara
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Pemerintah Tidak Antikritik
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp 35.000 Jadi Rp 2.605.000 per Gram
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
3 Museum dengan Koleksi Kebaya Bersejarah
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Serunya Bikin Kreasi Minuman di kumparanMOM Playdate x MyJelly!
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.