SKK Migas: Proyek Kutei North Hub Operasi 2028, Produksi Gas 72% untuk Domestik

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan proyek Kutei North Hub mulai berproduksi atau onstream pada kuartal IV tahun 2028. Pasokan gasnya mayoritas untuk kebutuhan domestik.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan proyek Kutei North Hub ditargetkan menyerap 8.000 lapangan pekerjaan terbuka dengan potensi penerimaan negara mencapai USD 12,9 miliar. Proyek ini merupakan integrasi lapangan Geng North dan Gehem di Cekungan Kutei, lepas pantai Kalimantan Timur.

Proyek ini mencapai tahap persetujuan Plan of Development (POD) I pada Agustus 2024, menyelesaikan Front End Engineering Design (FEED) pada Januari 2025, dan mendapat persetujuan Final Investment Decision (FID). Operator proyek laut dalam (deepwater) ini yakni Searah Ltd, perusahaan patungan Eni dan Petronas dengan hak partisipasi masing-masing 50 persen.

"Dalam waktu yang relatif singkat proyek ini telah mencapai berbagai tonggak penting dari mulai ditemukannya gas, kemudian tahun berikutnya POD selesai 2024, kemudian 2025 itu FEED-nya selesai dan juga FID-nya selesai di awal atau bulan Maret 2026," kata Djoko saat seremoni pemotongan baja perdana FPSO Bahtera Haluan Lestari di Karimun, Kepulauan Riau, dikutip Jumat (24/7).

Djoko menuturkan, 72% alokasi gas bumi yang diproduksi Kutei North Hub akan dipasok untuk kebutuhan domestik, sementara 28% sisanya untuk diekspor. Rinciannya, 52% gas dialirkan melalui pipa, kemudian 12% diolah menjadi gas alam cair (liquified natural gas/LNG) khususnya untuk PT PLN dan PT PGN.

"Total untuk domestik itu 72%, untuk gas pipanya itu 52% untuk kebutuhan industri di sekitar Kalimantan, termasuk kelistrikan, ada industri pupuk, ada petrokimia, ada amonia di sana, ada metanol," tuturnya.

Selanjutnya, sekitar 28% gas akan diolah menjadi LNG untuk pasar ekspor dan sisanya 8% digunakan sebagai cadangan LNG untuk menjaga ketahanan pasokan.

"Ini baru onstream 2028, nanti dan seterusnya, lebih kurang 7-8 tahun kita cadangkan. Nanti kalau ada kebutuhan mendadak untuk membangun industri di sana, kita cadangkan 8% dari alokasi 72 persen tadi. Kemudian untuk ekspor 28 persen," ungkap Djoko.

Djoko juga mengungkap sudah ada kesepakatan dari harga LNG yang diproduksi Kutei North Hub, yakni 12,5% dari harga minyak dunia. Dia menyebut harganya lebih besar dari yang tertera dalam POD. Sementara harga gas pipa disesuaikan kembali dengan jenis produk.

"Jadi ada floor price plus harga daripada produk. Kalau itu pupuk, itu harganya harga jual pupuk, kalau metanol harga jual metanol, kemudian kalau amonia harga jual amonia. Itu untuk gas pipanya, jadi ada floor price plus formula," ucap Djoko.

Djoko menambahkan, proyek Kutei North Hub juga bisa membantu bahan baku untuk compressed natural gas (CNG) Merah Putih, produk yang digadang-gadang menjadi pengganti LPG 3 kg bersubsidi yang harganya lebih murah.

"Kita akan menggunakan ini nanti untuk CNG juga, karena kita akan menggantikan LPG dengan CNG," kata Djoko.

Adapun Searah kini menyatukan proyek gas raksasa Geng North dengan Indonesia Deepwater Development (IDD). Pengembangannya dibagi dua bagian, yaitu bagian utara (Northern Hub) Gehem-Geng North, dan bagian selatan (Southern Hub) Gendalo-Gandang.

Proyek Kutei North Hub total investasinya hampir mencapai USD 15 miliar, sekitar USD 3 miliar dialokasikan untuk pembangunan Floating Storage Production and Offloading (FPSO) terbesar di Asia Tenggara, yang dinamakan FPSO Bahtera Haluan Lestari.

FPSO tersebut memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 1 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), pengolahan kondensat sebesar 80.000 barel per hari (BPD), dan kapasitas penyimpanan mencapai 1,4 juta barel.

CEO Searah North Ganal, Mirko Araldi, menuturkan FPSO Kutei North Hub merupakan proyek dengan skala besar, dengan panjang 350 meter, lebar 64 meter, tinggi 32 meter, dan bobot sekitar 147.000 metrik ton.

"Kami memainkan peran penting dalam mengembangkan potensi Lapangan Gehem dan Lapangan Gas Raksasa Geng North yang baru ditemukan. Kedua lapangan tersebut berada di perairan ultra-dalam Kalimantan Timur, pada kedalaman sekitar 2.000 meter. Kami menargetkan produksi perdana pada 2028," ucapnya.

Searah pun berencana mengebor 16 sumur pengembangan di Kutei North Hub, termasuk sistem produksi bawah laut, sistem bongkar muat kondensat lepas pantai, pipa ekspor gas 32 inci, dan Fasilitas Penerimaan Darat (ORF) di Terminal Santan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AIA Ungkap Peluang dan Tantangan Asuransi dari Skema KPR 40 Tahun
• 4 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Prabowo Tegaskan Upaya Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mundurnya Hotman Paris Sebagai Pengacara Eks Jampidsus Febrie
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
PGEO Raih Fasilitas Pembiayaan Rp1,35 Triliun dari Bank Mizuho
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Pertamina Raih Penghargaan di Lestari Summit 2026 atas Aksi Nyata Pemulihan Pascabencana Sumatera
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.