Andre Rosiade Tinjau Jembatan Bungus, Pastikan BBM Sumbar Aman dari Kelangkaan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat. Antrean panjang di sejumlah SPBU, menurutnya, disebabkan terganggunya distribusi akibat perbaikan Jembatan Bungus yang menjadi jalur utama pengangkutan BBM dari Fuel Terminal Teluk Kabung.

Kepastian itu disampaikan Andre saat meninjau langsung pekerjaan perbaikan Jembatan Bungus di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi dan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Area Sumatera Barat Fakhri Rizal Hasibuan, Jumat (24/7).

Andre Rosiade menjelaskan, kerusakan pada Jembatan Bungus membuat arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup. Kondisi tersebut menyebabkan mobil tangki BBM mengalami keterlambatan dalam mendistribusikan pasokan ke SPBU di berbagai daerah di Sumbar.

“Yang terjadi bukan kelangkaan BBM, melainkan keterlambatan distribusi karena Jembatan Bungus sedang diperbaiki. Stok BBM tersedia dan masyarakat tidak perlu panik,” kata Andre.

Untuk mengatasi hambatan distribusi, Pertamina telah mengambil sejumlah langkah percepatan. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Area Sumatera Barat Fakhri Rizal Hasibuan mengatakan Fuel Terminal Teluk Kabung kini beroperasi selama 24 jam penuh sejak 23 Juli 2026.

Selain itu, Pertamina mendatangkan tambahan 15 hingga 20 unit mobil tangki beserta awaknya dari luar Sumatera Barat guna mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.

“Kami juga meningkatkan penyaluran harian sekitar 9 hingga 10 persen untuk wilayah Sumatera Barat dan 15 hingga 18 persen khusus Kota Padang. Kami terus memastikan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM tersedia,” ujar Fakhri.

Ia menambahkan, hingga Juli 2026 realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai sekitar 78 persen dari kuota bulanan, sedangkan Solar berada di kisaran 12 hingga 13 persen.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan Jembatan Bungus merupakan jembatan rangka yang dibangun pada 2004. Perbaikan dilakukan karena terjadi kerusakan pada lantai jembatan yang harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Awalnya, pekerjaan ditargetkan selesai pada 14 September 2026. Namun, melalui percepatan pelaksanaan di lapangan, BPJN menargetkan jembatan sudah dapat difungsikan kembali pada 14 Agustus 2026.

Andre mengapresiasi langkah percepatan yang dilakukan BPJN, namun meminta Pertamina terus menambah armada mobil tangki selama masa perbaikan jembatan agar distribusi BBM semakin lancar dan antrean di SPBU segera terurai.

“Saya minta penambahan armada lagi agar distribusi semakin cepat dan antrean BBM di SPBU segera hilang,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.

Andre juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab terganggunya distribusi BBM. Menurutnya, komunikasi yang baik penting untuk menghindari kesalahpahaman bahwa Sumbar sedang mengalami kelangkaan BBM.

“Stok BBM cukup. Yang terganggu hanya distribusinya karena perbaikan Jembatan Bungus. Saya berharap Pemprov ikut menjelaskan kondisi ini kepada masyarakat agar tidak muncul anggapan terjadi kelangkaan,” ujar Andre.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Sanksi bagi Pengendara yang Melanggar Pelican Crossing?
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak, Tak Berwenang Menagih Pajak
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Akui Kondisi Kesehatan Jadi Alasan Utama
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, KDM: Modern & Berkeadilan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
AKRA Bagikan Dividen Interim Rp 1 Triliun, Seperti Apa Sumber Pundi Hartanya?
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.