Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto menggelar skrining penyakit Tuberkulosis (TBC) bagi 100 warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pencegahan penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan.
Skrining yang berlangsung di area Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas IIB Mojokerto tersebut memanfaatkan kendaraan layanan skrining kesehatan milik Dinkes Kota Mojokerto. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap oleh tenaga kesehatan agar seluruh peserta mendapatkan layanan pemeriksaan secara optimal.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat.
“Kami berterima kasih atas sinergi dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Skrining ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini, sehingga apabila ditemukan adanya indikasi dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai prosedur,” ungkapnya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular, khususnya TBC, di lingkungan lapas yang memiliki tingkat interaksi cukup tinggi. Karena itu, kolaborasi dengan Dinkes akan terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
Salah seorang warga binaan mengaku terbantu dengan adanya layanan skrining yang dilaksanakan langsung di dalam lapas. Selain lebih mudah diakses, pemeriksaan tersebut juga memberikan kepastian mengenai kondisi kesehatan sejak dini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan ini. Selain mudah diakses, kami juga bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit TBC dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Sinergi bersama Dinkes Kota Mojokerto juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular. [tin/aje]




