Warga Bekasi Kena Tipu Modus Sembako Murah, WhatsApp Mendadak Centang Satu lalu Pelaku Hilang

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Sejumlah warga menjadi korban penipuan modus sembako murah yang diduga terjadi di Kota Bekasi.

Salah satunya Tia, warga Bogor, mengaku mengalami kerugian hingga Rp208 juta setelah sempat enam kali menerima pesanan tanpa kendala.

Kecurigaannya baru muncul ketika pesan WhatsApp kepada penjual hanya berstatus centang satu, sebelum pelaku akhirnya menghilang dan rumahnya kosong saat didatangi korban.

"Awalnya kakak ipar saya sudah mengenal pelaku karena memang warga asli Pengasinan, sedangkan saya pendatang. Pelaku menawarkan minyak goreng, beras dan gula dengan harga yang murah," kata Tia di Bekasi.

BACA JUGA:Iming-iming Sembako Murah Berujung Petaka, Warga Bekasi Kena Tipu Rp208,9 Juta

Sejak awal mengikuti kegiatan tersebut, Tia mengatakan pertama kali membeli 20 sampai lebih 100 dengan harga sembako yang variatif.

Ketika barang pesanannya sudah mencapai ratusan karton, ia bersama suami mulai mengambil sembako di kediaman pelaku di kawasan Pengasinan.

"Harga beda-beda sekitar Rp216 ribu per karton. Kami mengambil sendiri menggunakan kendaraan ajrena barang disimpan di rumah ibu pelaku ketika pemesanan mencapai lebih dari 100 karton," ujar dia.

BACA JUGA:Turnamen Bola Voli Katengko Cup II 2026 Hadirkan 32 Tim, Doorprize hingga Bazar Sembako Murah

Wanita berusia 48 tahun mengaku mulai mengikuti dugaan sembako murah pada April 2026 dengan sistem pre-order (PO).

Saat itu semua berjalan lancar, sampai pada tiga bulan kedepan Tia merasakan adanya keganjilan dalam sistem pengiriman sembako.

"Saya mulai ikut PO sekitar 10 April dan badang pertama datang sekitar 18-19 April. Awalnya semua berjalan lancar, sekitar enam kali PO tidak ada kendala. Pas bulan 18 Juni itu udah mulai ga beres," jelas Tia.

Kejanggalan tersebut dirasakan Tia ketika menghubungi penjual hanya terkirim saja melalui whatsapp pada Minggu, 21 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

"Saat itu, pesannya hanya centang satu. Dari situlah saya mulai curiga," ucap dia.

BACA JUGA:Holding Ultra Mikro Dorong UMKM Naik Kelas, Usaha Sembako Keluarga di Semarang Kian Berkembang

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Adiknya Pilih Dunia Kepolisian Ikuti Jejak Sambo, Kenapa Trisha Eungelica Justru Mantap Jadi Dokter?
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Andre Rosiade Buktikan Janji, Rp 1,9 T Dikucurkan untuk Jalan-Jembatan di Sumbar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PKB di Usia Ke-28: Saatnya Naik Kelas dari Mesin Elektoral
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Foto: Aksi Gigih Atlet Sepak Bola Amputasi di Bogor
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap, Alasan Utama FINI Desak Relaksasi RKAB Nikel 2026 untuk Perusahaan Patuh
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.