KSP Prihatin 3 Warga Sipil Tewas di Yahukimo: Mereka Dituding OPM Mata-mata

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, menyebut prihatin dengan peristiwa penembakan terhadap tiga warga sipil di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, oleh kelompok bersenjata OPM pada Senin (20/7) lalu.

Ia pun mengatakan, ketiga warga sipil itu dianggap mata-mata oleh OPM, padahal mereka punya tugas untuk mensosialisasikan pembangunan.

"Ya betul, memang saya juga sangat prihatin. Mereka itu sebetulnya tugasnya untuk mensosialisasikan, kemudian membangun, tapi kemudian bagi mereka, bagi ya saya sebut saja KKB saja yang mereka melakukannya itu, adalah seakan-akan itu mata-mata atau memberikan informasi-informasi," tutur Dudung saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat (24/7).

"Padahal tugas mereka itu adalah bagaimana membantu dalam rakyat pembangunan. Nah ini yang akhirnya seakan-akan memberikan informasi kepada aparat pembangunan," tambahnya.

Sebelumnya, tiga orang warga sipil meninggal dunia diduga ditembak oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo) di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin (20/7).

Korban terdiri dari pria bernama Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap dan kronologi kejadian masih didalami oleh aparat yang berwenang.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut akan bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia.

Kepala Penerangan (Kapen) Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bela sungkawa atas kematian para korban.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Wirya lewat keterangannya, Rabu (22/7).

Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus memperkuat semangat persaudaraan demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Imin Sebut Pemerintah Ubah Arah APBN, Bangun 5.000 Jembatan Tahun Ini
• 21 jam laludetik.com
thumb
HUT ke-9 Gammara Hotel Makassar Diwarnai Program Harmony Culture untuk Anak Berkebutuhan Khusus
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Polda Metro periksa 10 saksi terkait kasus Hotman Paris hina wartawan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
BEI Pelototi Saham ALKA yang Menguat 25%
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nicolas Otamendi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.