Airlangga Optimistis Joint Venture Indonesia-China Perkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini kerja sama joint venture antara industri farmasi Indonesia dan China akan memperkuat kemandirian industri obat nasional, terutama dalam pengembangan produk biofarmasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri peresmian PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI), perusahaan hasil kerja sama PT Tempo Scan Pacific Tbk dan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak perusahaan Sino Biopharmaceutical Limited (SBP Group), di Jakarta, Jumat.

Airlangga mengatakan, "Kerja sama ini diharapkan bisa mendorong produk-produk bio, terutama untuk penyakit-penyakit yang saat sekarang menjadi top penyakit, antara lain jantung, kemudian untuk penyakit gula, penyakit liver dan yang lain."

Airlangga menilai pengembangan industri biofarmasi melalui kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan produksi obat dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia masih bergantung pada produk farmasi impor, khususnya obat-obatan inovatif yang memiliki harga relatif tinggi.

Ia mengatakan, "Dan harapannya dengan biofarmasi ini kita punya tambahan kemandirian di bidang obat-obatan yang selama ini bergantung kepada impor."

Airlangga berharap produksi obat di dalam negeri dapat menekan harga sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat, termasuk melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional.

Ia mengatakan, "Dan tentunya obat-obat yang akan diproduksi ini termasuk obat-obat impor yang relatif mahal dibandingkan dengan di negara lain, termasuk di Malaysia. Sehingga tentunya dengan diproduksi di sini diharapkan harganya bisa ditekan dan bisa diakses oleh mereka atau sistem asuransi BPJS."

SBP Group merupakan perusahaan farmasi asal China yang berbasis riset dan pengembangan (research and development/R&D) dengan kemampuan mencakup penelitian, manufaktur, hingga komersialisasi obat inovatif, produk biologis, dan obat bermerek.

Melalui pembentukan TCBI, Tempo Scan dan CTTQ akan mengembangkan platform specialty pharmaceutical dan innovative healthcare di Indonesia dengan target meluncurkan sejumlah produk inovatif secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Executive Chairman and Co-founder Tempo Scan Group Handojo S Muljadi mengatakan, "Kerja sama joint venture ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia merupakan tujuan investasi jangka panjang dari investor luar negeri."

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga diharapkan memperkuat kapabilitas industri farmasi nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kesehatan di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Israel: Tujuan Utama Kami Rebut Kendali Gaza, Bangun Permukiman di Sana
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hilang di Waduk Jatiluhur, Pria Asal Subang Ditemukan Meninggal
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diperiksa Lagi, Dude Harlino Kembalikan Rp5,2 M Honor BA PT DSI ke Bareskrim | KOMPAS SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
4 Ruang Kelas Rusak Berat, 270 Siswa SDN 09 Kebayoran Lama Numpang Belajar di Sekolah Lain
• 22 jam laludisway.id
thumb
Skenario Terburuk Bank Dunia, Ekonomi Global Terancam Hanya Tumbuh 1,3 Persen pada 2026
• 21 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.