KOMPAS.TV - Sebuah kapal Arab Saudi terbakar setelah diserang oleh kelompok Houthi di Yaman.
Serangan tersebut terjadi setelah Arab Saudi dituduh melanggar keputusan larangan navigasi maritim yang diberlakukan oleh Sanaa.
Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer. Houthi menuduh kedua kapal tanker tersebut melanggar blokade laut yang diberlakukan di perairan Laut Merah.
Houthi mengklaim bahwa pasukannya menargetkan kapal-kapal tanker tersebut menggunakan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, serta pesawat nirawak (drone).
Dalam keterangan yang dibacakan penyiar berita Iran, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin negosiasi dengan Amerika Serikat, mengunggah pesan di media sosial sebagai tanggapan atas ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam unggahannya, Qalibaf menyebut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan doktrin pertahanan Iran yang jelas, yakni "mata harus diganti mata".
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang berkontribusi terhadap agresi terhadap Iran, dalam bentuk apa pun, akan dianggap sebagai target yang sah oleh Iran.
Baca Juga: Memanas! Iran Rilis Video Serangan ke Pangkalan AS di Jordania, Trump Ultimatum Teheran
#lautmerah #perang #houthi #kapaltanker
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- kapal arab saudi
- laut merah
- perang
- houthi
- blokade laut merah





