Grid.ID - PT PLN (Persero) kembali berkolaborasi dengan Harian Kompas untuk menggelar ajang lari PLN Electric Run. Naik kelas dari tahun sebelumnya, PLN Electric Run 2026 kini mengajukan sertifikasi World Athletics Label untuk kategori Half Marathon.
Langkah tersebut menjadi upaya PLN Electric Run untuk masuk dalam jajaran ajang lari berstandar internasional di Indonesia. Selain kategori Half Marathon, penyelenggara tetap menghadirkan kategori 5K dan 10K agar dapat diikuti pelari dari berbagai level.
Wakil Ketua Umum PB PASI Tigor Tanjung menilai langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri lari nasional. Menurutnya, kehadiran race berstandar internasional akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang road race berkualitas.
“Kehadiran PLN Electric Run ini adalah tambahan nilai positif bagi ekosistem olahraga lari nasional dan meningkatkan pengakuan kancah dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan ajang road race berkualitas. Harapan kami, PLN Electric Run 2026 dapat terus tumbuh menjadi event yang memiliki daya tarik lebih luas, tidak hanya bagi komunitas lari nasional,” ujar Tigor Tanjung dalam konferensi pers peluncuran PLN Electric Run di Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Untuk mendukung target tersebut, penyelenggara menyiapkan rute Half Marathon baru di kawasan BSD, yang telah diukur sesuai standar AIMS. Jika proses sertifikasi berjalan sesuai rencana, PLN Electric Run berpeluang menjadi race berlabel pertama di wilayah Tangerang Selatan.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M. Fahrur Rozy, mengatakan peningkatan kualitas penyelenggaraan merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan event yang semakin berdampak bagi masyarakat. Ia berharap PLN Electric Run tidak hanya menjadi agenda tahunan para pelari, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi menuju masa depan yang lebih hijau.
“Melihat antusiasme yang terus meningkat setiap tahunnya, kami optimistis PLN Electric Run dapat memberikan dampak yang semakin luas. Harapannya, event ini tidak hanya menjadi agenda yang dinantikan para pelari, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” kata Fahrur.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas race juga datang dari pelari nasional Agus Prayogo. Ia menilai PLN Electric Run konsisten menghadirkan lintasan yang mendukung performa atlet maupun pelari rekreasional.
“Bagi saya, PLN Electric Run sudah sangat mumpuni untuk menjadi race course yang berkualitas di Indonesia,” ujar Agus Prayogo.
Selain membidik standar internasional, PLN Electric Run 2026 tetap mengusung tema “Powering Our Green Future” yang menggabungkan gaya hidup sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui tema tersebut, PLN ingin mengajak masyarakat ikut berkontribusi dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PT PLN (Persero), Yuliandra Syahrial Nurdin, mengatakan ajang ini menjadi salah satu cara perusahaan mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup rendah emisi. Menurutnya, transisi menuju Net Zero Emissions tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
“Bagi kami, perjalanan menuju Net Zero Emissions 2060 tidak hanya diwujudkan melalui teknologi dan solusi efisiensi energi, tetapi juga melalui tumbuhnya kesadaran publik untuk menerapkan gaya hidup yang lebih rendah emisi. PLN Electric Run menjadi contoh bagaimana pesan tersebut dapat disampaikan dengan cara yang dekat, positif, dan melibatkan banyak orang,” ujarnya.
PLN Electric Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 di ICE BSD dengan kuota sebanyak 8.000 peserta. Peningkatan jumlah peserta tersebut diharapkan sejalan dengan ambisi penyelenggara menghadirkan ajang lari yang semakin kompetitif sekaligus memenuhi standar internasional.(*)
Artikel Asli




