Seekor rakun liar bernama Jimothy mendadak viral di media sosial setelah terekam keluyuran di kawasan Ballard, Seattle, Amerika Serikat. Hewan ini menarik perhatian publik karena badannya yang bulat unik tanpa leher akibat sindrom tulang punggung pendek.
Perekam video pertama, Kiana Hall, melintasi jalanan lingkungan tersebut saat tidak sengaja menemukan Jimothy di bawah mobil. Kiana awalnya mengira hewan mungil itu adalah seekor kucing sebelum menyadari ciri khas rakun pada wajahnya.
"Saya tidak tahu tentang dia sebelumnya. Ya, sepertinya tetangga-tetangga lain pernah melihatnya dulu, tetapi ini pertama kalinya saya melihatnya, dan sayalah yang memberinya nama Jimothy," kata Kianna, mengutip Reuters.
Fenomena ini memicu berbagai tanggapan hangat dari warga lokal hingga pejabat kota. Ahli kesehatan hewan mengonfirmasi bentuk bulat tubuh Jimothy terjadi akibat sindrom tulang punggung pendek (short spine syndrome).
Apa itu Sindrom Tulang Punggung Pendek?Sindrom tulang punggung pendek merupakan kelainan genetik langka yang membuat susunan tulang belakangmemendek dan memadat. Kendati mengalami kelainan bawaan sejak lahir, Jimothy mampu bertahan hidup mandiri di alam liar. Ia bahkan aktif memanjat, berjalan, dan mencari makan tanpa hambatan.
Ahli ekologi dari Penn State University, Julian D. Avery, menjelaskan sindrom tulang punggung pendek sangat jarang ditemukan pada binatang karena tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Meski demikian, organ dalam dan fungsi otak Jimothy diyakini tetap berkembang dengan normal.
"Saya memperkirakan Jimothy akan menjalani kehidupan yang normal," kata Avery saat menilai keaktifan rakun tersebut di alam bebas dalam laporan Popular Science.
Keberadaan Jimothy kini menginspirasi ribuan warga hingga seniman lokal di Seattle untuk membuat lukisan dinding dan tato bergambar rakun bulat tersebut. Anggota Dewan Kota Seattle, Alexis Mercedes Rinck, juga memberikan apresiasi resmi atas kehadiran Jimothy yang membawa keceriaan bagi publik.
"Ia adalah contoh bagi kita semua bahwa Anda tidak harus sempurna untuk dicintai," ujar Alexis saat mengumumkan rencana apresiasi kota untuk rakun tersebut, mengutip The New York Times.
Google pun turut mengapresiasi kepopuleran Jimothy, dengan cara memberikan animasi khusus setiap kali namanya dicari di mesin pencarian mereka.
Adapun atas keunikan Jimothy, Departemen Perikanan dan Satwa Liar Washington mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu atau memberi makan Jimothy. Otoritas setempat meminta warga menjaga jarak aman agar rakun ini dapat terus hidup bebas dan mandiri di habitat aslinya.





