Solusi Pertanian Berkelanjutan, Tim Unhas Latih Petani Olah Limbah Jadi Pupuk Organik Cair

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS — Tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini fokus pada bimbingan teknis formulasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga dan pasar tradisional.

Program yang dipimpin Prof Dr Ir Muh Restu, MP, ini bermitra dengan Kelompok Taruna Tani Kampoeng Ce’de yang diketuai Imran Saputra, SP, MSi.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.

Bimbingan teknis dan sosialisasi dihadiri Koordinator Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Lurah Allepolea, tokoh masyarakat, perwakilan PT Madina Aneka Subur, serta dosen dan mahasiswa Unhas bersama anggota kelompok tani.

Prof Restu menjelaskan potensi limbah organik di wilayah sub-urban Maros cukup besar, mencapai 200 hingga 600 kilogram per hari. Namun, pengelolaannya masih belum optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Melalui penerapan teknologi tepat guna, limbah organik dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi. POC ini diharapkan mampu menekan penggunaan pupuk kimia, memperbaiki kesuburan tanah, serta meningkatkan hasil panen petani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM Unhas turut diperkuat Iswanto, SHut, MSi yang mendampingi aspek teknis lapangan dan agroforestry, serta Ariella Ramadhani Putri, SP, MP yang menguatkan aspek sosial ekonomi dan pemasaran.

Selain itu, juga ada tiga mahasiswa Unhas juga terlibat aktif dalam pendampingan di lapangan.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan produksi, tetapi juga pembekalan manajemen usaha.

Dalam kegiatan ini, para petani dilatih memilah limbah organik, memformulasi pupuk cair terstandar, hingga menguji kualitas nutrisi dan pH.

Selain itu, kelompok tani juga dibekali sistem pencatatan usaha dan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan nilai jual produk.

Dukungan lintas sektor turut memperkuat program ini.

Lurah Allepolea bersama Koordinator Penyuluh Pertanian menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Kehadiran PPL dan pihak industri dinilai mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam membangun pertanian ramah lingkungan.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta pengembangan ekonomi sirkular di daerah. Melalui pendampingan berkelanjutan, Kelompok Taruna Tani Kampoeng Ce’de diharapkan mampu mandiri dalam penyediaan pupuk organik sekaligus mengembangkan peluang usaha baru di Kabupaten Maros. (rin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Organisasi Petani Sawit Dorong DSI Buka Data ke Publik
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laporan hingga Kontak Terakhir, Hotman Paris Makin Kuat Dikaitkan dengan Kasus RMN
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Airlangga Sebut PFII Bakal Ada di Dua Lokasi: Jakarta dan Bali
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasat Narkoba Polres Gowa Tindaki Anggotanya yang Terlibat Penganiayaan Warga Sipil
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Tim DVI Kembali Berhasil Identifikasi 1 Korban KM Nurul Salsa
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.