PT GMT Kapital Asia (GKA) resmi menjadi pemegang saham baru PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melalui rights issue.
IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melaporkan bahwa PT GMT Kapital Asia (GKA) resmi menjadi pemegang saham baru perseroan melalui rights issue. GKA menjadi pemegang saham minoritas dengan porsi 18,86 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Dalam aksi korporasi tersebut, GKA menerima pengalihan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari PT Kreasi Cipta Timur (KCT) selaku pemegang saham pengendali perseroan.
Sesuai prospektus, KCT yang menguasai 82,36 persen saham ELPI bersama Tan Christian Taniputra (2,55 persen) dan Eka Taniputra (0,09 persen) tidak akan melaksanakan haknya, sehingga dialihkan kepada GKA. Dengan demikian, GKA telah menebus seluruh HMETD hasil pengalihan dan kini menguasai 1,8 miliar saham ELPI atau 18,85 persen.
Dalam laporan perubahan struktur pemegang saham ELPI yang disampaikan Jumat (24/7/2026), GMT kini menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah KCT. Sementara porsi kepemilikan saham KCT terdilusi dari 82,36 persen menjadi 64,1 persen imbas mengalihkan haknya.
Begitu juga dengan Tan Christian Taniputra yang terdilusi dari 2,55 persen menjadi 1,98 persen. Eka Taniputra juga terdilusi menjadi 0,09 persen menjadi 0,07 persen. Sementara itu, publik menebus HMETD sehingga porsinya tetap 15 persen.
PT GMT Kapital Asia sendiri merupakan perusahaan yang beralamat di Setiabudi Atrium, Jakarta. Pendiri perusahaan tersebut adalah Eka Taniputra yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) ELPI.
Dalam prospektus rights issue, ELPI menetapkan besaran harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp350 per saham. Dengan total saham yang diterbitkan sebanyak 2,11 miliar, maka perseroan meraih dana sebesar Rp739,35 miliar.
Dana tersebut rencananya dipakai untuk belanja modal sebesar Rp277,2 miliar. Kemudian sebesar Rp205,2 miliar untuk pengadaan dan pembangunan 3 unit kapal fast crewboat serta 1 unit kapal multipurpose tug.
Lalu, sebanyak Rp72 miliar akan digunakan untuk membeli dan membangun 6 unit kapal guna memenuhi kontrak dengan PT Layar Nusantara Gas (LNG). Dari kerja sama tersebut, nilai kontraknya ditaksir mencapai Rp2,39 triliun selama 18 tahun.
ELPI juga akan memanfaatkan Rp190 miliar dana rights issue untuk setoran modal kepada perusahaan patungan di bidang pelayaran logistik, Rp118,3 miliar untuk menyuntik PT ELPI Trans Kargo, dan sisanya digunakan perseroan bersama PT Ekalya Purnamasari Offshore untuk modal kerja.
(Rahmat Fiansyah)





