Paskibraka Tingkat Pusat 2026 Isi Karantina dengan Permainan Tradisional, Perkuat Nilai Pancasila

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ada suasana menarik dan penuh keceriaan dalam pemusatan pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) tingkat pusat 2026 pada Jumat 24 Juli 2026.

Tidak hanya latihan kedisiplinan dan baris-berbaris, para peserta diperkenalkan dan diajak untuk mengenal budaya Nusantara yang jarang ditemui saat ini dengan mengikuti permainan tradisional.

BACA JUGA:Kisah Gussa dan Chika, Semangat Persatuan Calon Paskibraka Nasional 2026

Kegiatan ini diadakan oleh Badan Pembinaan Ideolgi Pancasila (BPIP) dengan tajuk Mancakrida Pancasila bertujuan untuk bisa lebih mengenal permainan tradisional sekaligus merefleksi kembali materi yang sudh diberikan sejak dimulainya pelatihan.

"Kegiatan ini mengajak Capaska mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai tantangan, permainan, dan kerja sama tim, sekaligus menjadi sarana refleksi atas proses pembelajaran yang telah mereka jalani," ujar Wakil Kepala BPIP Rima Agristina, Jumat, 24 Juli 2026.

Rima menjelaskan, kegiatan ini berbeda dengan outbound pada umumnya. Sebab dalam kegiatan ini menggunakan permainan rakyat Nusantara yang dinilai sebagai internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui metode berbasis pengalaman. 

BACA JUGA:BPIP Bekali Calon Paskibraka Nasional 2026 dengan Ketahanan Digital dan Critical Thinking

Menurutnya kegiatan ini diselenggarakan BPIP bekerjasama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) bersama Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI).

Dalam kegiatan, dari 76 Capaska dibagi menjadi 8 kelompok. Dimana, setiap kelompok melewati 8 pos dengan permainan tradisional yang berbeda-beda.

Pada setiap pos, regu kelompok menentukan wakil berdasarkan kompetensi yang paling sesuai dengan karakter permainan, sehingga peserta belajar menempatkan orang yang tepat pada peran yang tepat. 

"Melalui proses ini, Capaska memahami bahwa keberhasilan tim lahir dari saling percaya, pembagian peran yang tepat, dan kontribusi terbaik setiap individu," jelas Rima.

BACA JUGA:76 Calon Paskibraka Nasional 2026 dari 38 Provinsi Resmi Digembleng

Nantinya, kata Rima, setiap kelompok diwajibkan membawa keping yang berwarna merah atau putih dari setiap pos yang dilewati, yang disebut dengan "keping nusantara". 

Nantinya keping yang sudah dikumpulkan akan dirangkai menjadi bendera Merah Putih.

Rima menjelaskan, "Keping Nusantara" menggambarkan Indonesia sebagai kumpulan keping keberagaman yang dipersatukan menjadi satu kesatuan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terminal Arun Antar Indonesia Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Legislator Sumut Akan ke Tanjung Balai Cek Pencabulan Murid: Harus Dihukum Berat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Sebut Wartawan, Pengamat, dan LSM sebagai Londo Ireng: “Yang Gaji Lo Siapa?”
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Tak Bisa Ditawar
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Leher Hitam Bikin Nggak Pede? Ini 3 Tips Mengatasinya
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.