Tokyo (ANTARA) - Korea Utara mengecam Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menyusul seruan mereka agar Pyongyang melakukan denuklirisasi secara menyeluruh dalam pertemuan menteri luar negeri ketiga negara di Manila awal pekan ini.
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut seruan tersebut sebagai "upaya sia-sia untuk menyangkal dan melanggar hak konstitusional" negara itu.
Kementerian itu juga meminta ketiga negara tidak lagi mengangkat isu denuklirisasi.
Menurut Pyongyang, persoalan tersebut telah "diselesaikan secara final dan tidak dapat diubah."
Korea Utara berulang kali menegaskan senjata nuklir merupakan bagian penting dari pertahanan diri dan tidak akan pernah menerima denuklirisasi.
Dalam pernyataan itu, Pyongyang juga menuduh Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan sebagai penyebab utama ketidakstabilan di kawasan.
Ketiga negara itu juga disebut menjadi penghalang utama bagi upaya menjaga perdamaian regional.
Selain itu, Korea Utara menuding ketiganya memanfaatkan forum Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membenarkan kepentingan mereka.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menggelar pertemuan di sela-sela rangkaian pertemuan ASEAN di Manila, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, ketiganya menegaskan pentingnya mempertahankan pendekatan yang terpadu terhadap Korea Utara.
Sumber: Kyodo
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut seruan tersebut sebagai "upaya sia-sia untuk menyangkal dan melanggar hak konstitusional" negara itu.
Kementerian itu juga meminta ketiga negara tidak lagi mengangkat isu denuklirisasi.
Menurut Pyongyang, persoalan tersebut telah "diselesaikan secara final dan tidak dapat diubah."
Korea Utara berulang kali menegaskan senjata nuklir merupakan bagian penting dari pertahanan diri dan tidak akan pernah menerima denuklirisasi.
Dalam pernyataan itu, Pyongyang juga menuduh Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan sebagai penyebab utama ketidakstabilan di kawasan.
Ketiga negara itu juga disebut menjadi penghalang utama bagi upaya menjaga perdamaian regional.
Selain itu, Korea Utara menuding ketiganya memanfaatkan forum Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membenarkan kepentingan mereka.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menggelar pertemuan di sela-sela rangkaian pertemuan ASEAN di Manila, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, ketiganya menegaskan pentingnya mempertahankan pendekatan yang terpadu terhadap Korea Utara.
Sumber: Kyodo





