Perkuat Layanan di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan Inovasi API BAHARI

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk API BAHARI (Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan dalam menghadapi ancaman kebakaran, penyelamatan (rescue), hingga berbagai kondisi kedaruratan.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan API BAHARI merupakan langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan keadaan darurat yang lebih cepat, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat.

“API BAHARI atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir mengusung semangat Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Akses menuju lokasi kejadian kerap dipengaruhi kondisi cuaca dan jarak tempuh sehingga berdampak pada waktu respons petugas.

“Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” tambah Fadli.

Ia menjelaskan, masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan selama ini menghadapi tantangan besar ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya akibat keterbatasan akses layanan pemadam kebakaran. Karena itu, Damkarmat Makassar membangun konsep pemberdayaan masyarakat agar mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Melalui API BAHARI, Damkarmat membentuk Relawan API BAHARI yang berasal dari masyarakat pesisir. Para relawan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi.

“Juga, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Fadli menuturkan, kehadiran relawan diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan respons awal terhadap berbagai insiden di wilayah kepulauan sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan.

“Program ini mengedepankan kolaborasi. Pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan lingkungannya masing-masing,” jelasnya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Batam jadi tuan rumah FIBA 3x3, siapkan timnas ke Asian Games 2026
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
PSIM datangkan pemain asing anyar kedua Ondrej Rudzan dari Ceko
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Ngobrol Bergaji Rp15 Juta, Syaratnya Bikin Geleng-geleng
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Akhir Pekan ke Bandung, Ini 5 Rekomendasi Tempat Kuliner Ayam Wajib Dikunjungi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Joao Angelo Bantah Tahu Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.