Ringkasan Berita
- Nikah Massal VW Combi Kota Kediri sukses memecahkan Rekor MURI dengan melibatkan 53 pasangan pengantin.
- Seluruh prosesi akad nikah berlangsung di dalam 53 unit mobil klasik Volkswagen Combi secara gratis.
- Program merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dan Volkswagen Indonesia Association dalam rangka Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri.
- Selain mencatat rekor nasional, kegiatan ini memberikan kepastian hukum dan membantu pasangan kurang mampu melangsungkan pernikahan secara resmi.
Kediri (beritajatim.com) – Nikah Massal VW Combi Kota Kediri mencatat sejarah baru di Indonesia. Sebanyak 53 pasangan pengantin melangsungkan akad nikah di dalam mobil klasik Volkswagen (VW) Combi dan sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam rangka Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan Volkswagen Indonesia Association (VIA) itu menjadi yang pertama digelar di Indonesia. Selain menghadirkan konsep pernikahan yang unik, acara tersebut juga memberikan fasilitas pernikahan secara gratis bagi pasangan yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Salah satu pasangan peserta, Sunarko dan Srianik, warga Kelurahan Pakelan, mengaku merasakan campuran perasaan bahagia, haru, sekaligus grogi saat mengikuti prosesi akad nikah yang berlangsung di dalam mobil VW Combi.
“Perasaan kami bahagia, grogi, terharu, campur aduk. Memang dari awal kami berinisiatif sendiri ingin ikut dan memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri. Informasinya kami tahu dari media sosial Pemerintah Kota Kediri,” ungkap Sunarko.
Ia menceritakan proses administrasi pernikahan berjalan lancar melalui Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dengan dukungan penuh dari keluarga yang turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Menurut Sunarko, pengalaman mengikuti Nikah Massal VW Combi Kota Kediri akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.
“Seru dan asyik karena unik. Baru pertama kali di Indonesia ada nikah massal di dalam mobil klasik. Ini akan menjadi cerita yang selalu kami kenang bersama keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri karena seluruh kebutuhan prosesi hingga perlengkapan pernikahan difasilitasi tanpa dipungut biaya.
Usai resmi menjadi pasangan suami istri, Sunarko dan Srianik berharap dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah serta diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan bersama.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Pelaksana Nikah Massal, Qowimuddin Toha, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri sekaligus bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat.
“Hari ini Kota Kediri hadir untuk warga yang ingin melangsungkan pernikahan namun memiliki keterbatasan ekonomi. Seluruh kebutuhan prosesi kami fasilitasi secara gratis sehingga pasangan pengantin dapat melangsungkan akad nikah dengan khidmat dan penuh kebahagiaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Nikah Massal VW Combi Kota Kediri merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Kediri dengan VIA yang pada saat bersamaan menggelar Jambore Nasional (Jamnas) di Kota Kediri. Sebanyak 53 unit VW Combi digunakan sebagai lokasi pelaksanaan akad nikah.
Prosesi berlangsung sebagaimana akad nikah pada umumnya, diawali selamatan dan kirim doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga khutbah nikah. Setelah Salat Jumat, para pengantin mengikuti prosesi temu manten yang dilanjutkan pesta rakyat dengan sajian 1.000 porsi soto ayam dan nasi pecel tumpang gratis bagi masyarakat.
“Harapan kami, seluruh pasangan memiliki kenangan seumur hidup yang dapat dikenang bersama keluarga. Selamat menempuh hidup baru, semoga seluruh pengantin mendapatkan hidayah, inayah, dan maunah dari Allah SWT sehingga mampu membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah,” tuturnya.
Ketua Volkswagen Indonesia Association (VIA) Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang berhasil menghadirkan rekor nasional tersebut. Menurutnya, VW tidak hanya menjadi kendaraan klasik, tetapi juga melambangkan perjalanan, persaudaraan, kebersamaan, dan semangat lintas generasi.
Ia berharap inovasi seperti ini terus hadir dalam peringatan Hari Jadi Kota Kediri sehingga mampu memadukan pelestarian tradisi dengan kreativitas yang memberi manfaat bagi masyarakat. [nm/ian]




