Persib Bandung Datangkan Mariano Peralta, Persebaya Punya Alex Martins, Bukti PSM Makassar Harus Cari Bomber Selain Sergio Aguero

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bursa transfer Super League 2026/2027 semakin memperlihatkan peta persaingan yang sesungguhnya. Klub-klub papan atas berlomba membangun kekuatan terbaik, terutama di lini depan, karena sektor inilah yang kerap menjadi pembeda dalam perebutan gelar juara.

Persib Bandung bergerak cepat dengan merekrut Mariano Peralta, pemain terbaik Super League musim lalu yang mencetak 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC. Di sisi lain, Persebaya Surabaya menghadirkan mesin gol asal Brasil Alex Martins, striker yang dalam beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu predator paling mematikan di kompetisi Indonesia.

Sementara itu, PSM Makassar memang mulai merampungkan komposisi pemain asingnya. Namun, hingga saat ini Pasukan Ramang justru belum memiliki sosok penyerang murni dengan rekam jejak setajam dua rival utamanya tersebut.

Nama Sergio Aguero memang hampir dipastikan menjadi bagian dari skuad asuhan Darije Kalezic. Akan tetapi, kehadiran pemain naturalisasi Malaysia berdarah Argentina itu belum cukup untuk menjawab persoalan produktivitas gol yang menjadi titik lemah PSM sepanjang musim lalu.

Situasi tersebut membuat manajemen PSM dituntut bekerja lebih keras di sisa bursa transfer.

Rival Sudah Memiliki Mesin Gol

Persib Bandung tidak hanya mendapatkan pemain berkualitas, tetapi juga pemain yang sudah terbukti mampu menjadi pembeda.

Mariano Peralta datang ke Bandung dengan status pemain terbaik Super League 2025/2026 setelah tampil luar biasa bersama Borneo FC.

Produktivitasnya mencapai 20 gol dan 14 assist dalam semusim, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga kreator serangan.

Persebaya Surabaya pun melakukan langkah serupa.

Green Force sukses mendatangkan Alex Martins, striker asal Brasil yang langsung memperlihatkan kualitasnya.

Pada laga debut menghadapi PSIS Semarang dalam anniversary game, Alex langsung mencatatkan namanya di papan skor.

Gol tersebut memang hanya terjadi di laga pramusim. Namun, bagi seorang penyerang, mencetak gol sejak pertandingan pertama merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan diri.

“Gol ini tentu memberikan tambahan kepercayaan diri untuk saya. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kami terus berkembang sebagai tim,” ujar Alex Martins.

Pelatih Bernardo Tavares juga optimistis para pemain asingnya akan berkembang lebih baik.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kondisi fisik para pemain memang masih perlu ditingkatkan. Namun secara kualitas, ia melihat seluruh rekrutan baru memiliki potensi besar membantu Persebaya bersaing musim ini.

Untuk memastikan kesiapan pemain, Persebaya bahkan mulai menerapkan pendekatan ilmiah melalui Countermovement Jump (CMJ), sebuah metode pengukuran kapasitas neuromuskular dan tingkat kelelahan pemain yang umum digunakan klub-klub profesional Eropa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Persebaya tidak hanya memperkuat skuad, tetapi juga meningkatkan kualitas persiapan fisik pemain secara modern.

PSM Masih Mencari Sosok Pembeda

Di tengah agresivitas para rival, PSM Makassar sejatinya juga terus bergerak di bursa transfer.

Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu telah mendatangkan bek Serbia Nenad Lalic dan gelandang bertahan asal Makedonia Utara Stefan Jevtoski.

Kini, nama Sergio Aguero disebut tinggal selangkah lagi bergabung bersama Pasukan Ramang.

Pemain naturalisasi Malaysia berdarah Argentina tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan manajemen dan dijadwalkan tiba di Makassar sebelum akhir Juli.

Apabila seluruh proses administrasi selesai, Sergio akan menjadi pemain asing ketujuh PSM musim ini.

Namun, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang datang.

Yang jauh lebih penting adalah apakah Sergio Aguero benar-benar mampu menjadi solusi atas minimnya produktivitas lini depan PSM?

Sejauh ini belum ada jaminan mengenai hal tersebut.

Sergio memang dikenal sebagai pemain yang mampu bermain di beberapa posisi menyerang. Namun ia bukan tipikal striker murni yang selama ini dibutuhkan PSM.

Padahal musim lalu persoalan terbesar Pasukan Ramang justru berada di lini depan.

Produktivitas gol menjadi salah satu penyebab PSM harus berjuang hingga pekan terakhir untuk menghindari zona degradasi.

Kesempatan mencetak gol berkali-kali terbuang sia-sia karena tidak adanya sosok finisher yang benar-benar tajam di depan gawang.

Kondisi itu membuat kehadiran satu pemain saja jelas belum cukup.

Darije Masih Membutuhkan Bomber

Pelatih Darije Kalezic sejak awal sudah menegaskan ingin membangun tim yang lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya.

Ia tidak hanya membutuhkan keseimbangan di lini belakang dan tengah, tetapi juga seorang penyerang yang mampu mengubah peluang menjadi gol secara konsisten.

Regulasi Super League yang memperbolehkan setiap klub memiliki hingga 11 pemain asing sebenarnya memberikan ruang cukup besar bagi PSM.

Saat ini PSM baru memiliki tujuh pemain asing, yakni Victor Luiz, Aloisio Neto, Dusan Lagator, Luka Cumic, Nenad Lalic, Stefan Jevtoski, dan Sergio Aguero yang tinggal menunggu pengumuman resmi.

Artinya masih tersedia empat slot pemain asing yang bisa dimanfaatkan.

Dari empat slot tersebut, sektor penyerang seharusnya menjadi prioritas utama.

Sebab jika melihat kekuatan para pesaing, hampir seluruh kandidat juara sudah memiliki striker yang terbukti tajam.

Persib memiliki Mariano Peralta.

Persebaya mempunyai Alex Martins.

Persija Jakarta juga terus memperkuat lini depannya.

Sementara PSM hingga kini masih mencari sosok yang benar-benar mampu menjadi mesin gol.

Tak Boleh Mengulang Kesalahan Musim Lalu

Musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi PSM Makassar.

Klub dengan sejarah panjang dan tradisi juara itu nyaris terseret ke zona degradasi akibat inkonsistensi performa, terutama di sektor penyerangan.

Karena itu, membangun ulang lini depan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Mengandalkan Sergio Aguero seorang diri tentu menjadi langkah yang sangat berisiko.

Apalagi pemain tersebut belum pernah merasakan atmosfer kompetisi Indonesia dan masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan, cuaca, hingga karakter sepak bola Super League.

Jika ingin kembali bersaing di papan atas, PSM harus berani menghadirkan satu striker asing dengan rekam jejak mencetak gol yang telah teruji.

Kompetisi musim depan dipastikan berlangsung jauh lebih kompetitif.

Klub-klub besar telah memperkuat hampir seluruh lini dengan pemain-pemain berkualitas.

Dalam situasi seperti itu, hanya mengandalkan satu opsi di lini depan bukanlah keputusan yang ideal.

Masih adanya empat slot pemain asing menjadi kesempatan terakhir bagi manajemen PSM untuk menyempurnakan komposisi skuad.

Sebab dalam persaingan menuju gelar, kualitas seorang bomber sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar mampu menjadi juara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lima Kampus dengan Jurusan Manajemen Terbaik di Jakarta
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Deretan Gaya Berkebaya di Red Carpet Dunia
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
PT Pegadaian Buka Pemagangan Nasional Kemnaker Batch 1 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Dorong ASEAN-Uni Eropa Perkuat Peran sebagai Pilar Stabilitas dan Kesejahteraan Global
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andre Rosiade Buktikan Janji, Rp 1,9 T Dikucurkan untuk Jalan-Jembatan di Sumbar
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.