jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membentuk tim teknis khusus untuk mengawasi proyek pembangunan dan perbaikan sekolah di ibu kota. Salah satu sekolah yang diprioritaskan untuk dibangun segera tahun ini adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi.
Rencana pembentukan tim pengawas ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (24/7/2026).
BACA JUGA: Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar untuk Perbaiki Sekolah Rusak
Pramono menyatakan bahwa struktur dan personel tim teknis tersebut akan segera dimatangkan dalam rapat internal esok hari.
“Besok akan dirapatkan kembali, akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya. Karena saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Jakarta Selatan, Jumat.
BACA JUGA: Bangunan Sekolah Rusak, Mendadak Satu Ruang Kelas Ambruk
Pramono menjelaskan, tugas dari tim investigasi dan inventarisasi adalah meninjau sekolah-sekolah yang perlu diperbaiki. Setelah itu, tim investigasi akan mencatat penyebab dari rusaknya bangunan, misalnya seperti kerangka bangunan yang tidak dipersiapkan secara baik sebelumnya.
Setelah dibangun kembali diharapkan sekolah tersebut dapat berdiri kokoh, sehingga siswa-siswi dapat belajar dengan aman dan nyaman.
BACA JUGA: Sekolah Rusak, Murid Terpaksa Belajar di Gudang
Dia menginginkan agar sekolah-sekolah di ibu kota dapat dibangun oleh orang-orang yang memang profesional di bidangnya karena proses pembangunan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi tidaklah mudah.
Untuk itu, nantinya proses pembangunan kembali sekolah tersebut juga akan menarik BKO dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan (Citata) dan Dinas Bina Marga dan dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan.
“Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga,” jelas Pramono.
Adapun tahapan pembangunan yang dilakukan, kata dia, nantinya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi akan dihapus terlebih dulu. Setelah itu, barulah sekolah tersebut dibangun kembali dengan anggaran Rp 48,1 miliar.
Anggaran tersebut diambil dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Tahapan yang dilakukan yang pertama adalah penghapusan terhadap gedung yang rusak ini. Supaya nggak menjadi temuan, ini semuanya dihapuskan dulu bukunya. Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini,” papar Pramono.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




