Sinergi BP Batam dan Panbil Group Percepat Pengembangan KEK Tanjung Sauh

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Penandatanganan dua nota kesepahaman antara BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam, Kamis (23/7/2026) menandai dimulainya sinergi percepatan pengembangan KEK Tanjung Sauh sebagai kawasan industri baru yang didukung kepastian investasi dan pasokan energi. (Sumber: KompasTV/Riki Rahmadoni)

BATAM , KOMPAS.TV - Panbil Group bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), yang difokuskan pada dukungan investasi dan percepatan proses perizinan. 

Langkah tersebut diharapkan menjadi katalis, bagi pertumbuhan investasi dan industri di Batam.

Penandatanganan berlangsung di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7/2026), disaksikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad, CEO Panbil Group Johannes Kennedy, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan BP Batam dan PLN Batam.

Baca Juga: Airlangga: Didukung Oracle hingga Hyperscale Data Center, Batam Siap Jadi Hub Digital Baru

Selain kerja sama antara BP Batam dan Panbil Group, pada kesempatan yang sama juga ditandatangani nota kesepahaman antara PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam terkait penjajakan penyediaan pasokan tenaga listrik, untuk mendukung operasional KEK Tanjung Sauh, dan memperkuat sistem kelistrikan Pulau Batam.

CEO Panbil Group Johannes Kennedy mengatakan, pengembangan KEK Tanjung Sauh merupakan langkah strategis, untuk menjawab kebutuhan kawasan industri modern, yang terintegrasi dengan dukungan infrastruktur, dan energi yang memadai.

Menurutnya, Batam telah berkembang, menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia. 

Namun, meningkatnya investasi, sektor industri berteknologi tinggi, serta kebutuhan lahan dan energi menuntut hadirnya kawasan industri generasi baru, yang mampu bersaing di tingkat global.

"KEK Tanjung Sauh kami rancang sebagai kawasan industri next generation yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga ekosistem industri yang lengkap, mulai dari pusat logistik, pusat energi, hingga layanan investasi yang terintegrasi," ujar Johannes.

Ia menilai keberhasilan sebuah kawasan industri saat ini, tidak lagi hanya ditentukan oleh insentif fiskal, tetapi juga kecepatan pelayanan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta kepastian pasokan energi.

Baca Juga: Batam-Bintan Tambah Pasokan Listrik 300 MW dari PLTU Tanjung Sauh

Karena itu, kolaborasi dengan BP Batam, menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut.

"Sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi utama menciptakan iklim investasi yang sehat. Investasi yang kami lakukan tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan nasional," katanya.

Penulis : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • batam
  • panbil group
  • kek tanjung sauh
  • kawasan ekonomi khusus kek
  • pln
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah Tunjuk Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Kuasa Hukum Gantikan Hotman Paris
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Zulhas: Cicilan Perdana Koperasi Merah Putih ke Himbara Dibayar Sebelum September
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Di Atas Angin, dr. Tifa Makin Keras Tantang Pihak Jokowi
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri Ajak Elemen Buruh Kawal Keseimbangan Hak Pekerja dan Iklim Investasi: Tetap Jaga Kondusivitas
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejaksaan Agung Tahan Febrie Adriansyah di Rutan KPK
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.