Mohammed Shahabuddin, Presiden Bangladesh, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Kabar itu dilaporkan surat kabar Daily Star, Jumat (24/7/2026).
“Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan,” kata Presiden Shahabuddin seperti dikutip Antara dari surat kabar tersebut, Jumat.
Dalam surat pengunduran dirinya, Shahabuddin yang kini berusia 76 tahun menyebut baru-baru ini terdiagnosis neuropati otonom. Kondisi itu membuatnya terkadang kehilangan kesadaran.
“Karena perkembangan penyakit ini dan yang mengakibatkan ketidakmampuan mental dan fisik, saya tidak lagi mampu menjalankan tanggung jawab jabatan konstitusional penting sebagai presiden. Saya membutuhkan pengobatan medis jangka panjang,” tulisnya.
Shahabuddin mundur jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada April 2028.
Berdasarkan konstitusi Bangladesh, ketua parlemen akan menjabat sebagai presiden sementara. Hal itu dilaporkan surat kabar Dhaka Tribune.(ant/iss)




