Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengecek pembangunan gedung sekolah di Jakarta. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah masalah ditemukan pada bangunan sekolah.
"Saya minta untuk ada tim investigasi yang ada kemarin dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada," ujar Pramono usai meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (24/7/2026).
Pramono mengatakan sebelumnya pembangunan sekolah sepenuhnya berada di bawah Dinas Pendidikan. Ke depan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga akan ikut mengawasi proses pembangunan.
"Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga," ungkapnya.
Dia mengatakan tim investigasi akan melihat persoalan pada bangunan sekolah yang ada. Termasuk mencari penyebab masalah agar kejadian serupa tidak terulang.
"Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja. Kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu," jelasnya.
"Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali. Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu. Dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait," tutupnya.
SDN di Kebayoran Lama Roboh
Diberitakan sebelumnya, bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, roboh sejak dua tahun lalu. Para siswa terpaksa menumpang belajar di sekolah lain lantaran bangunan sekolah mereka belum dilakukan perbaikan.
Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), menceritakan para siswa kini belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada bersebelahan dengan sekolah anaknya yang roboh.
Adapun peristiwa robohnya sekolah tersebut terjadi saat masa libur pilkada pada 27 November 2024. Akibatnya, lima ruangan yang terdiri atas empat ruang kelas dan satu ruang UKS itu ambruk.
"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," ungkap Evi.
(dvp/amw)





