Riset: Integrasi Self-care Hemat Biaya Kesehatan Global hingga US$ 179 Miliar

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Riset terbaru dari Economist Enterprise bertajuk "Making self-care work: integrating self-care into health systems" mengungkapkan bahwa praktik perawatan mandiri (self-care) yang terintegrasi dengan sistem kesehatan mampu memberikan nilai ekonomi global hingga US$ 179 miliar per tahun. 

Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meringankan beban sistem medis yang kian berat.

Studi yang didukung oleh Bayer ini menekankan bahwa self-care bukan sekadar tren, melainkan elemen vital untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (UHC). 

Di tengah tantangan populasi lansia dan kurangnya tenaga medis, perawatan mandiri yang didukung informasi tepercaya dan sistem rujukan yang jelas dapat meningkatkan luaran klinis secara signifikan.

Dr. Manjulaa Narasimhan dari WHO menegaskan peran penting ini. 

“Self-care adalah garda terdepan untuk semua perawatan kesehatan. Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang,” ujarnya.

Perawatan mandiri mencakup spektrum luas, mulai dari gaya hidup sehat hingga penggunaan obat bebas (OTC) dan perangkat digital. 

Julio Triana, President Consumer Health Bayer, menyebut solusi ini sebagai fondasi untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan. 

“Hal ini merupakan lini pertahanan pertama bagi masyarakat dan sistem kesehatan,” jelasnya.

Riset tersebut juga menyoroti tiga prioritas utama agar self-care efektif: transisi kebijakan menjadi aksi nyata, perluasan akses yang merata, serta penguatan sistem pengukuran data. 

Beberapa negara telah memulai langkah ini, seperti Jerman melalui "resep hijau" dan Indonesia lewat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Greg Perry, Director General Global Self-Care Federation, mengingatkan bahwa perawatan mandiri tidak bertujuan menggantikan peran rumah sakit. 

“Self-care bukan bermaksud mengalihkan tanggung jawab dari sistem kesehatan. Sebaliknya, layanan, produk self-care berbasis bukti, serta obat-obatan tanpa resep yang dilengkapi dengan informasi tepercaya, justru akan memberikan keleluasaan kapasitas (headroom) bagi jalur rujukan—sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan secara tepat waktu saat mereka benar-benar membutuhkannya," pungkasnya. (dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diperiksa Lagi, Dude Harlino Kembalikan Rp5,2 M Honor BA PT DSI ke Bareskrim | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenko Perekonomian soal Tarif Baru Trump 10%: Pemerintah Masih Cermati
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pelajaran dari Putusan Penghentian Persidangan Dokter Tifa
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Kisah 105 TKI: Dijanjikan Kerja di Turki, Malah Dijual ke Libya
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Jangan Terkecoh! Tubuh Kurus Ternyata Tak Menjamin Bebas Penyakit Jantung
• 21 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.