Laporan IGU 2026: Indonesia Kuasai 17,3% Pangsa Pasar Re-Ekspor LNG Internasional

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar di dunia menurut laporan International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026. 

Pencapaian gemilang ini diraih berkat kontribusi tunggal dari PT Perta Arun Gas (PAG), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sekaligus bagian dari Subholding Gas Pertamina.

Data IGU mencatat Indonesia memimpin dengan volume pemuatan mencapai 0,85 juta ton, atau setara dengan 17,3% pangsa pasar global. 

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Terminal Arun di Aceh yang dikelola oleh PAG.

Direktur Utama PAG, Yan Syukharial, menjelaskan bahwa fokus perusahaan pada bisnis LNG Hub menjadi kunci utama. 

“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ungkapnya.

Prestasi ini menyambung pengakuan internasional sebelumnya pada tahun 2022, di mana IHS Markit menobatkan PAG sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia. 

Keunggulan operasional ini didukung oleh lokasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe serta komitmen tinggi terhadap standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE).

Yan menambahkan, letak geografis yang dekat dengan pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan menjadi nilai tambah bagi perusahaan. 

"Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," tuturnya.

Sepanjang tahun 2025, PAG mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan total 49 kegiatan, yang meliputi unloading, reloading, serta Gassing Up & Cooling Down (GUCD). 

Dari sisi finansial, perusahaan yang kini berusia 13 tahun tersebut sukses membukukan pendapatan sebesar USD 105 juta dengan laba bersih mencapai USD 25,1 juta.

"Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," kata Yan. 

Ia juga menekankan bahwa SDM profesional dan adaptif menjadi pilar penting di balik kesuksesan tersebut. 

“Apalagi PAG juga didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan adaptif,” tambahnya.

Ke depan, PAG berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan kilang dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembung setelah Minum Susu Sapi? Ini Bedanya Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
PT Gajah Tunggal Tbk Rilis GitiXCursion, Ban Rugged Terrain Pertama di Indonesia
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Mendiktisaintek Tegaskan URI Tak Bawahi Seluruh Kampus di Indonesia
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga CPO Sentuh Level Tertinggi 15 Pekan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Enggak Pakai Rompi Ye!
• 7 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.