Dokter: Rutin olahraga rutin pada usia 40 bisa turunkan risiko jantung

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Tangerang (ANTARA) - Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga pada usia 40 tahun secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Ia mengatakan olahraga jangan dipandang sebagai perlombaan untuk mencapai intensitas maksimal, namun membangun kebugaran dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Selain itu aktivitas olahraga tidak harus selalu dengan beban berat untuk memberikan manfaat. Jalan cepat, bersepeda, berenang, atau aktivitas aerobik lain yang dilakukan secara rutin dapat menjadi pilihan yang baik.

"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ujar Cut Arsy.

Baca juga: Dokter bagikan kiat mencegah faktor risiko penyakit kardiovaskular

Meski olahraga secara umum memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jantung, lanjutnya, aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Pada orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular tertentu, terutama yang belum terdeteksi, menurut dia, bisa menjadi pencetus kejadian kardiovaskular akut.

Namun hal itu bukan berarti olahraga harus dihindari. Justru sebaliknya, kata dia, aktivitas fisik rutin merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Studi: Antosianin bantu turunkan risiko penyakit jantung 26 persen

"Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," ujarnya.

Ia juga menekankan jika olahraga tetap merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu.

“Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh,” kata Cut Arsy Rahmi.

Baca juga: Menkes: Kendalikan tiga faktor cegah stroke dan penyakit jantung


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maladewa sahkan UU komprehensif pertama tentang transplantasi organ
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
API BAHARI Jadi Inovasi Damkarmat Makassar, Siapkan Posko Pemadam Pesisir dan Fire Boat
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Hadiri Reuni Emas SMPN 1 Kediri, Risma Buka-Bukaan Rahasia Sukses Usir Rasa Minder
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Dukung Pemulihan Bencana Sumatera, PT Pertamina (Persero) Raih Penghargaan di Lestari Summit 2026
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Cekcok dengan Satpam, Sopir dan Penumpang Alphard Ternyata Polisi Polda Jabar
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.