HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar memperkuat reputasi globalnya dengan menjalin kemitraan strategis bersama Hamaren Corporation, perusahaan asal Jepang, yang difokuskan pada perluasan penyerapan tenaga kerja internasional, program pelatihan industri, serta fasilitasi pendidikan bagi diaspora Indonesia di Jepang.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIT Makassar dan Hamaren Corporation berlangsung khidmat pada Jumat sore, 24 Juli 2026, di Ruang Rapat Rektor Kampus UIT, Jalan Rappocini Raya, Makassar. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor UIT, Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes., bersama Founder Hamaren Corporation Jepang, Usman Naito.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Inovasi UIT, Dr. Ir. Affandy Agusman Aris, S.T., M.T., M.M., M.H., serta Kepala Humas UIT, Beddu Lahi, S.Sos., M.Si., turut hadir menyaksikan momentum strategis ini.
Dr. Abdul Rahman menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi serta peningkatan jaminan mutu dan jejaring institusi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan kualitas akademik, tetapi juga membuka peluang benchmarking dan kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang.
“Penandatanganan MoU dengan Hamaren Corporation ini merupakan langkah penting dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan jaminan mutu, serta perluasan jejaring institusi. Kami tidak hanya berfokus pada pengembangan kualitas akademik, tetapi juga menjajaki potensi benchmarking dan kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang,” jelas Abdul Rahman.
Ia menambahkan, poin krusial dari kerja sama ini adalah penyediaan jembatan karier langsung bagi alumni UIT agar dapat terserap secara profesional di pasar kerja internasional.
Usman Naito menyatakan optimisme terhadap kualitas mahasiswa dan alumni UIT Makassar serta kesiapan Hamaren Corporation menampung lulusan UIT di lingkup internal perusahaan maupun jejaring mitra industri di Jepang.
“Kami sangat membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang Information Technology (IT). Bagi lulusan sarjana (S1), khususnya rumpun IT, peluang karier sangat terbuka luas. Terkait kompetensi bahasa Jepang, dapat dibina secara paralel berbarengan dengan aktivitas kerja,” kata Usman Naito.
Selain penyerapan alumni, Hamaren Corporation membuka skema On-the-Job Training (OJT) bagi mahasiswa tingkat akhir UIT untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai budaya dan standar industri Jepang sebelum menyelesaikan studi.
Kerja sama ini juga mencakup akses pendidikan bagi warga negara Indonesia yang bekerja atau bermukim di Jepang melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada program studi UIT yang telah terakreditasi Unggul dan A.
Usman menegaskan, “Antusiasme diaspora Indonesia di Jepang untuk melanjutkan pendidikan tinggi cukup tinggi. Melalui program RPL berakreditasi Unggul di UIT, mereka tetap dapat meningkatkan kualifikasi akademik di tengah kesibukan bekerja. Kami juga akan mensosialisasikan program ini kepada calon tenaga kerja sebelum keberangkatan mereka ke Jepang.”
Kemitraan komprehensif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan posisi tawar dan reputasi UIT Makassar di kancah internasional, tetapi juga memberikan dampak transformatif bagi pengembangan kapasitas mahasiswa, alumni, dan institusi secara berkelanjutan.
Sementara itu, kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia.





