Sebuah videotron besar yang berada di kawasan Bunderan Cigasong, Kabupaten Majalengka, roboh pada Jumat (24/7) malam. Videotron itu menimpa seorang pemotor, Wina Apriyanti (18), yang sedang melintas di lokasi.
Usai kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Majalengka untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
"Iya, benar. Korban meninggal dunia," ujar Direktur RSUD Majalengka, dr Egga Bramasta Akidapi.
Dampak robohnya videotron tersebut tidak hanya menelan korban jiwa. Reruntuhan material turut menyeret kabel listrik di sekitar lokasi hingga menyebabkan tiang listrik ikut tumbang.
Akibatnya, aliran listrik di sejumlah wilayah sekitar Bunderan Cigasong sempat padam total.
Tak hanya itu, arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Bandung dan Cirebon mengalami kemacetan panjang karena material menutup sebagian badan jalan.
Kesaksian WargaSalah seorang saksi yang merupakan penjaga toko di sekitar lokasi, Aditya (22), mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan videotron sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelum kejadian.
"Saya juga sempat video kemarin jam 10-an. Kondisinya memang sudah goyang-goyang," ujar Aditya saat ditemui.
Melihat kondisi videotron yang kian membahayakan, diduga ada warga yang melaporkan hal tersebut ke pihak berwenang. Petugas sempat merespons dengan membatasi akses di sekitar area.
"Besoknya mungkin ada yang melapor. Langsung ada penutupan jalan, bahu jalan, ya sebagian. Tapi tidak sampai ditutup full," lanjutnya.
Mengenai pemicu robohnya videotron, Aditya menduga hembusan angin kencang menjadi salah satu penyebab utama.
Kendati demikian, dari pengamatan kasat matanya, struktur fisik pondasi bangunan memang sudah dalam kondisi memprihatinkan.
"Angin kelihatannya. Tapi pas saya lihat, pondasinya sudah retak, semennya sudah tidak ada," tutur Aditya.
Polisi telah melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab robohnya videotron itu.





