JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan merevitalisasi SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang kehilangan empat ruang kelas karena atapnya roboh. Sebelum itu, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah akan diundang ke Jakarta dahulu untuk urusan administrasi revitalisasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, menyatakan, hal ini merupakan tindak lanjut dari pemberitaan media massa yang melaporkan kondisi SDN Tanggirejo yang rusak parah. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut.
"Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama revitalisasi," kata Gogot dalam keterangan pers, Sabtu (25/6/2026).
Gogot menegaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Untuk itu, pemerintah akan segera memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, termasuk di SDN Tanggirejo, agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Insya Allah dana bulan Agustus cair, sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki.
Adapun program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun ini difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi itu," ucapnya.
Gogot berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menambahkan, setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, dana bantuan revitalisasi ditargetkan cair pada Agustus 2026, sehingga perbaikan sekolah dapat segera dilaksanakan.
"Insya Allah dana bulan Agustus cair, sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki. Ada lima ruang kelas yang akan direhabilitasi,” ujar Sadimin.
Selain mengawal percepatan revitalisasi oleh Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada SDN Tanggirejo, sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan sementara di sekolah tersebut. Nantinya, selama proses revitalisasi kegiatan belajar mengajar tetap akan memanfaatkan ruangan yang dinilai masih aman.
Diberitakan sebelumnya, Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, mengungkapkan bahwa sudah beberapa bulan terakhir murid-muridnya tidak dapat menggunakan empat ruang kelas untuk belajar. Kerusakan bermula pada Januari 2026 saat atap salah satu ruang kelas ambruk karena kayu rangka atapnya lapuk dan dimakan rayap.
Kerusakan lalu meluas pada April hingga empat ruang kelas dinyatakan tidak layak digunakan. Hingga Selasa (21/7/2026), bangunan tersebut belum juga diperbaiki.
Namun, pihak sekolah tetap berupaya memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan. Satu ruang kelas disekat menggunakan tripleks agar bisa digunakan dua rombongan belajar sekaligus, murid kelas lima dipindah ke mushala, murid kelas satu dan dua harus belajar bergantian karena keterbatasan ruang.
Sementara itu, perpustakaan dialihfungsikan menjadi ruang guru. Potret ini semakin miris saat saat para murid menikmati makan bergizi gratis di teras sekolah mereka yang roboh.
"Kami berharap perbaikan bisa segera dilaksanakan," kata Juwariyah. (Kompas, 21 Juli 2026).





