Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Voli Indonesia tidak hanya mengincar kemenangan saat menghadapi Filipina pada laga terakhir Pool A leg kedua SEA V Cup 2026. Pelatih Reidel Toiran mengungkapkan pertandingan tersebut juga dimanfaatkan untuk mencari komposisi pemain terbaik menjelang babak semifinal.
Sebelum pertandingan dimulai, posisi Indonesia sebenarnya sudah sangat menguntungkan. Tim Merah Putih hanya membutuhkan kemenangan satu set untuk memastikan langkah ke babak empat besar.
Meski demikian, Reidel Toiran tetap meminta para pemain tampil serius sejak awal pertandingan. Ia ingin memanfaatkan laga tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi tim sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.
Pelatih asal Kuba itu mengaku sengaja mencoba berbagai kombinasi pemain. Langkah tersebut dilakukan agar tim pelatih mendapatkan gambaran komposisi terbaik yang akan diturunkan pada fase gugur.
"Pertandingan ini kami manfaatkan untuk mencoba berbagai komposisi pemain. Kualitas tim pertama dan tim kedua tidak berbeda jauh," ujar Toiran.
"Kami ingin melihat kombinasi terbaik yang nantinya akan digunakan pada pertandingan berikutnya," tambahnya.
Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Velodrome pada Jumat malam berjalan sesuai harapan Indonesia. Tim Merah Putih mampu mengendalikan permainan sejak awal dan merebut dua set pertama.
Indonesia membuka laga dengan kemenangan 25-18 pada set pertama. Dominasi tersebut kembali berlanjut pada set kedua yang berhasil dimenangkan dengan skor 25-17.
Namun, Filipina memberikan perlawanan lebih sengit saat memasuki set ketiga. Tim tamu berhasil memanfaatkan penurunan performa Indonesia hingga merebut set tersebut dengan skor 25-23.
Kehilangan satu set tidak membuat semangat para pemain Indonesia menurun. Farhan Halim dan kawan-kawan mampu bangkit pada set keempat untuk mengunci kemenangan dengan skor 25-19.
Meski berhasil mengamankan kemenangan, Reidel Toiran mengakui timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Ia menilai para pemain sempat kehilangan intensitas permainan sehingga memberi kesempatan kepada Filipina untuk bangkit.
Menurut Toiran, kondisi tersebut harus segera diperbaiki sebelum menghadapi pertandingan semifinal. Ia tidak ingin situasi serupa kembali terjadi saat Indonesia bertemu lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.




