Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, Jumat (24/7) membahas upaya deeskalasi serta keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
Kedua menteri menekankan pentingnya menjaga keamanan navigasi maritim, mereka juga membahas kerja sama regional dan berbagai langkah untuk mencegah eskalasi serta mewujudkan perdamaian di kawasan.
"Abbas Araghchi dan Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi mengadakan percakapan melalui telepon. Mereka membahas perkembangan terbaru di kawasan, keamanan navigasi, serta pelayaran kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz dan Teluk Persia," tulis kementerian tersebut melalui Telegram, dikutip dari Sputnik, Sabtu, 25 Juli 2026.
Pada malam 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Sejak 8 Juli, militer Amerika Serikat telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington telah melanggar perjanjian gencatan senjata. (Ant)





