Venezuela akan mundur dari Mahkamah Pidana Internasional

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Venezuela telah memulai prosedur formal untuk menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), kata Menteri Luar Negeri Venezuela Felix Plasencia Gonzales, Jumat (24/7).

"Atas instruksi Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez, Venezuela telah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres keputusan tegas dan tak tergoyahkan untuk menolak Statuta Roma dan memulai penarikan definitifnya dari ICC sesuai dengan Pasal 27," kata Plasencia di X.

Menurut menteri luar negeri tersebut, Caracas mempercayai bahwa ICC bias secara geografis, sesuatu yang dapat dilihat dalam tindakan "tidak proporsional" yang dilakukan terhadap negara-negara Afrika dan Amerika Latin.

"Bias ini bukan sekadar kebetulan prosedural, tetapi cerminan dari sebuah lembaga yang telah menempatkan mekanisme untuk melayani kepentingan di luar lingkup keadilan dan rakyat yang diklaim untuk dilindungi," kata Plasencia.

"Inilah mengapa kami menolak dimensi perang hukum ini, yang melanggengkan penganiayaan terhadap rakyat Venezuela dan memperburuk ketidaksetaraan yang seharusnya diperbaiki oleh keadilan internasional," tambahnya.

Meskipun memutuskan untuk menarik diri dari badan peradilan internasional, menteri luar negeri itu menekankan bahwa Caracas berkomitmen pada hukum yang adil, menghormati rakyat, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri.

Keputusan itu diambil hampir dua pekan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan dimulainya kampanye untuk membongkar "selangkah demi selangkah" ICC atas dugaan pelanggaran dan ancaman yang ditimbulkan terhadap AS dan komunitas internasional.

Rubio menyerukan kepada negara-negara asing untuk bergabung dengan Washington dalam inisiatif untuk menarik diri.

Pada Februari 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi kepada ICC atas tindakan terhadap Washington dan sekutunya, termasuk Israel. Beberapa tindakan itu termasuk memblokir properti dan aset serta melarang anggota ICC dan keluarga mereka memasuki AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Wali Kota New York desak AS dukung ICC untuk tangkap Netanyahu

Baca juga: Tekanan AS tidak menggoyahkan komitmen Meksiko dan Kanada di ICC


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembung setelah Minum Susu Sapi? Ini Bedanya Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Kaget! Indonesia Kini "Dikuasai" Bocil-Bocil
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kekeringan Melanda Ciamis, Puluhan Ribu Liter Air Bersih Disalurkan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga Polisi di Mobil Alphard yang Intimidasi Satpam Bundaran HI Diamankan Paminal
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Menlu Sugiono Dorong Inovasi untuk Perkuat Ketahanan ASEAN Plus Three
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.