Pantau - Venezuela memulai prosedur formal untuk menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) dengan menyampaikan keputusan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sesuai ketentuan Statuta Roma.
Menteri Luar Negeri Venezuela Felix Plasencia Gonzales mengatakan langkah itu dilakukan atas instruksi Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez.
Venezuela Sebut ICC Bersikap Bias"Atas instruksi Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez, Venezuela telah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres keputusan tegas dan tak tergoyahkan untuk menolak Statuta Roma dan memulai penarikan definitifnya dari ICC sesuai dengan Pasal 27," ungkap Plasencia.
Plasencia menilai ICC memiliki bias geografis yang tercermin dari tindakan yang dinilai tidak proporsional terhadap negara-negara di Afrika dan Amerika Latin.
"Bias ini bukan sekadar kebetulan prosedural, tetapi cerminan dari sebuah lembaga yang telah menempatkan mekanisme untuk melayani kepentingan di luar lingkup keadilan dan rakyat yang diklaim untuk dilindungi," ujarnya.
"Inilah mengapa kami menolak dimensi perang hukum ini, yang melanggengkan penganiayaan terhadap rakyat Venezuela dan memperburuk ketidaksetaraan yang seharusnya diperbaiki oleh keadilan internasional," tambahnya.
Tetap Berkomitmen pada Hukum InternasionalMeski memutuskan keluar dari ICC, Plasencia menegaskan Venezuela tetap berkomitmen terhadap hukum yang adil, penghormatan terhadap rakyat, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri.
Keputusan tersebut diumumkan hampir dua pekan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengajak negara-negara lain bergabung dalam inisiatif Washington untuk menarik diri dari ICC.
Sebelumnya, pada Februari 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi terhadap ICC, termasuk pemblokiran aset serta larangan masuk ke Amerika Serikat bagi anggota ICC dan keluarganya.




