Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerjunkan petugas di sejumlah titik selama uji coba rekayasa lalu lintas di persimpangan Jalan Jonosewojo dan Jalan HR Muhammad, mulai Sabtu (25/7/2026).
Di lokasi, petugas akan membantu mengarahkan sekaligus memberikan pemahaman kepada pengguna jalan terkait perubahan pola arus lalu lintas. Selain itu, untuk mengantisipasi titik kepadatan baru yang muncul selama penerapan skema baru tersebut.
“Jadi kita tempatkan petugas di sana untuk melakukan pengaturan-pengaturan supaya pengguna jalan itu bisa memahami perubahan arus lalu lintas ini,” kata Widodo Ketua Tim Kerja Manajemen dan Rekayasa Dishub Surabaya saat ditemui suarasurabaya.net di lokasi.
Petugas bakal disiagakan di patung kuda Jalan HR Muhammad, persimpangan Jalan Pradah Jaya 1, U-turn depan Hartono di Jalan Jonosejowo, dan simpang empat Jalan Jonosejowo.
BACA JUGA: Dishub Surabaya Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas HR Muhammad, Depan SMP Petra Jadi Satu Arah
Sebagai informasi, dalam skema lalu lintas yang baru itu, ruas jalan di depan Sekolah Petra bakal dibuat satu arah menuju timur atau arah ke kota. Mulai depan patung Kuda, Dishub memasang pembatas jalan.
Kendaraan dari Jalan HR Muhammad yang sebelumnya dapat langsung ke utara menuju simpang Jalan Jonosewojo, kini diarahkan lewat Jalan Pradah Jaya 1. Jika kendaraan akan menuju ke Jalan Raya Darmo Permai Selatan, bisa putar balik di u-turn depan Hartono. Titik itulah yang jadi perhatian khusus petugas.
“Jadi nanti ketika di u-turn atau putar balik yang depan Hartono itu cukup padat, kita alihkan yang putar balik yang lebih ke selatan lagi,” ujarnya.
Ruas Jalan HR Muhammad, Kota Surabaya, tepatnya di depan SMP Kr Petra 1 pada Sabtu (25/7/2026). Foto: Billy Patoppoi suarasurabaya.netPengaturan khusus juga diberlakukan bagi kendaraan yang menuju Sekolah Petra. Dishub menyediakan satu lajur dengan sistem contraflow di ujung Jalan Pradah Jaya I, agar kendaraan yang mengantar jemput siswa sekolah itu tak berputar terlalu jauh.
Kendaraan menuju sekolah diarahkan berbelok ke Jalan Jonosewojo, kemudian masuk melalui akses yang telah dilengkapi pembatas. berupa barier. Sementara kendaraan yang keluar dari kawasan sekolah, tetap mengikuti arus menuju timur melalui Jalan HR Muhammad.
“Jadi Petra sudah kami berikan sosialisasi dan pemahaman pada pihak manajemen dan tenaga pendidiknya. Jadi kami minta untuk menyesuaikan juga dengan perubahan arus lalu lintas ini,” jelas Widodo.
Uji coba rekayasa lalu lintas sendiri akan berlangsung selama sekitar satu pekan. Dishub Surabaya bersama Satlantas Polrestabes Surabaya dan perangakat terkait bakal mengevaluasi dampaknya.
Apabila skema tersebut mampu mengurangi kepadatan, rekayasa lalu lintas akan dilanjutkan. Namun, penyesuaian akan dilakukan apabila masih ditemukan masalah di lapangan.
“Kami mohon kepatuhan terhadap rambu-rambu dan marka yang sudah kami pasang, sehingga bisa kita evaluasi nantinya seperti apa hasil uji cobanya,” pungkas Widodo. (bil/iss)




